Ini bukti percakapan Fahd dengan Zamzami
Selasa, 06 November 2012 - 22:28 WIB
Ini bukti percakapan Fahd dengan Zamzami
A
A
A
Sindonews.com - Terdakwa kasus alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) Fahd El Fouz diketahui pernah melakukan percakapan dengan salah satu pengusaha Aceh Zamzami.
Percakapan dengan Ketua Harian DPD tingkat I DPD Partai Golkar itu pun dimaksudkan sebagai upaya mengaburkan kasus dan juga orang lainnya yang sedang menjadi target KPK tersebut.
Namun, akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendapatkan bukti percakapan tersebut dan memperdengarkan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2012).
Berikut isi percakapan tersebut:
F: Saya kan memang sering bawa artis kan. Nganter-nganter artis kan saya bang?
Z: haha, iya iya
Z: gini-gini, kan kita ada transfer, gini nanti kita buat kontrak pinjam-meminjam saja kan kita.
F: iya iya, itu sudah ada sama bang Lukman.
Z: kalau ditanya untuk apa? (pinjaman), bilang enggak tau bukan.
F: kalau ditanya saya minjem buat apa, bilang aja enggak tau bang.
Z: saya bilang minjem aja, tapi saya enggak tau untuk urusan apa.
F: Kapan abang di Jakarta bang?
Z: Saya mungkin Kamis.
F: Saya Rabu besok di periksa KPK lagi bang. Oia bang bilang dengan Pak Makdir jangan kenal saya gitu. Kalau dia bilang kenal saya, dia kena juga loh bang.
Z: iya iya.. Kita kan emang enggak pernah ada proyek apa-apa.
F: jangan kalau ditanya Fadh itu siapa, bilang saja enggak tahu.
Kita kan pinjam meminjam ke abang kan.
Z: jadi hubungi kita partai kan
F: iya ya.
F: abang kan bukan pejabat negara.
Z: iyah jadi saya gak ada masalah.
F: kecuali saya pinjam sama bupati, itu yang gawat. Iya kan?
F: abang bukan pejabat negara kan.
Z: jadi gini, bilang kalau pinjam minjam kita, buat baju partai.
F: udah bang. Ada baik kita kurangi bicara di telepon bang. Udah ada aturannya. Nanti gimana lagi. Disadap. baik kita ketemuan di darat. Oke bang, salam.
Percakapan dengan Ketua Harian DPD tingkat I DPD Partai Golkar itu pun dimaksudkan sebagai upaya mengaburkan kasus dan juga orang lainnya yang sedang menjadi target KPK tersebut.
Namun, akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendapatkan bukti percakapan tersebut dan memperdengarkan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2012).
Berikut isi percakapan tersebut:
F: Saya kan memang sering bawa artis kan. Nganter-nganter artis kan saya bang?
Z: haha, iya iya
Z: gini-gini, kan kita ada transfer, gini nanti kita buat kontrak pinjam-meminjam saja kan kita.
F: iya iya, itu sudah ada sama bang Lukman.
Z: kalau ditanya untuk apa? (pinjaman), bilang enggak tau bukan.
F: kalau ditanya saya minjem buat apa, bilang aja enggak tau bang.
Z: saya bilang minjem aja, tapi saya enggak tau untuk urusan apa.
F: Kapan abang di Jakarta bang?
Z: Saya mungkin Kamis.
F: Saya Rabu besok di periksa KPK lagi bang. Oia bang bilang dengan Pak Makdir jangan kenal saya gitu. Kalau dia bilang kenal saya, dia kena juga loh bang.
Z: iya iya.. Kita kan emang enggak pernah ada proyek apa-apa.
F: jangan kalau ditanya Fadh itu siapa, bilang saja enggak tahu.
Kita kan pinjam meminjam ke abang kan.
Z: jadi hubungi kita partai kan
F: iya ya.
F: abang kan bukan pejabat negara.
Z: iyah jadi saya gak ada masalah.
F: kecuali saya pinjam sama bupati, itu yang gawat. Iya kan?
F: abang bukan pejabat negara kan.
Z: jadi gini, bilang kalau pinjam minjam kita, buat baju partai.
F: udah bang. Ada baik kita kurangi bicara di telepon bang. Udah ada aturannya. Nanti gimana lagi. Disadap. baik kita ketemuan di darat. Oke bang, salam.
(mhd)