Pemeriksaan Soekotjo di ITB atas permintaan BPK
Senin, 05 November 2012 - 14:24 WIB
Pemeriksaan Soekotjo di ITB atas permintaan BPK
A
A
A
Sindonews.com - Rupanya salah satu tersangka kasus korupsi Sukotjo S Bambang pengadaan simulator SIM di Korps Lalu LIntas (Korlantas) Mabes Polri tahun anggaran 2011 lalu, diperiksa di Kampus ITB atas permintaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Ke ITB itu rupanya atas permintaan BPK untuk periksa (kasus pengadaan) simulator (SIM)," kata Kuasa Hukum tersangka, Eric S Paat, di Bandung, Senin (5/10/2012).
Eric menduga, BPK akan meneliti biaya pembuatan mesin simulator. BPK akan menghitung biaya pembuatan simulator motor maupun mobil.
"Saya kira permintaan BPK itu untuk hitung kerugian negara, roda dua berapa, roda empat berapa," ujarnya.
Katanya, ada dua mesin peraga tes pengemudi di Kampus ITB. ITB sendiri sebagai pihak yang meneliti komponen-komponen mesin simulator.
Menurutnya, BPK meminta bantuan KPK untuk meneliti simulator tersebut. Pasalnya, BPK tidak punya kewenangan untuk memeriksa langsung simulator.
Sehingga, BPK meminta KPK supaya bisa membawa melihat simulator motor dan mobil sekaligus membawa Sukotjo ke ITB.
"BPK minta bantuan KPK ke ITB untuk melihat (simulator) roda dua dan roda empat. Jadi dilihat simulator itu, kemudian dibuka satu-satu, apa bahan-bahannya," katanya.
Seperti diketahui, siang tadi Sukotjo dibawa petugas KPK, BPK, dan didampingi LPSK ke ITB. Begitu sampai di ITB, Sukotjo langsung dibawa ke Labolatorium Termodinamika PAU-Ilmu Rekayasa ITB, tempat simulator SIM itu disimpan.
"Ke ITB itu rupanya atas permintaan BPK untuk periksa (kasus pengadaan) simulator (SIM)," kata Kuasa Hukum tersangka, Eric S Paat, di Bandung, Senin (5/10/2012).
Eric menduga, BPK akan meneliti biaya pembuatan mesin simulator. BPK akan menghitung biaya pembuatan simulator motor maupun mobil.
"Saya kira permintaan BPK itu untuk hitung kerugian negara, roda dua berapa, roda empat berapa," ujarnya.
Katanya, ada dua mesin peraga tes pengemudi di Kampus ITB. ITB sendiri sebagai pihak yang meneliti komponen-komponen mesin simulator.
Menurutnya, BPK meminta bantuan KPK untuk meneliti simulator tersebut. Pasalnya, BPK tidak punya kewenangan untuk memeriksa langsung simulator.
Sehingga, BPK meminta KPK supaya bisa membawa melihat simulator motor dan mobil sekaligus membawa Sukotjo ke ITB.
"BPK minta bantuan KPK ke ITB untuk melihat (simulator) roda dua dan roda empat. Jadi dilihat simulator itu, kemudian dibuka satu-satu, apa bahan-bahannya," katanya.
Seperti diketahui, siang tadi Sukotjo dibawa petugas KPK, BPK, dan didampingi LPSK ke ITB. Begitu sampai di ITB, Sukotjo langsung dibawa ke Labolatorium Termodinamika PAU-Ilmu Rekayasa ITB, tempat simulator SIM itu disimpan.
(mhd)