Hamil, asisten Wa Ode tetap sambangi KPK
Senin, 05 November 2012 - 13:58 WIB
Hamil, asisten Wa Ode tetap sambangi KPK
A
A
A
Sindonews.com - Asisten Wa Ode Nurhayati, Sefa Yolanda hari ini menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan kondisi hamil empat bulan tersebut, Sefa pun nampak tergopoh-gopoh memasuki gedung KPK.
Sefa yang terlihat memakai gamis berwarna kuning, dipadu dengan jilbab berwarna coklat, tiba sekira pukul 13.00 WIB. Dia pun enggan berkomentar mengenai kedatangannya hari ini, dan berusaha menghalau wartawan yang menyerbu dirinya.
“Permisi ya mas, permisi,“ kata Sefa di Gedung KPK, Jakarta, Senin 5/11/2012.
Sambil menunggu panggilan di lobi KPK, Sefa beberapa kali terlihat mengelus-elus perutnya yang semakin membesar tersebut. Bahkan, Sefa sempat mengoleskan minyak oles ke perutnya.
Sementara itu, sampai saat ini pihak KPK belum ada satupun yang bisa dikonfirmasi mengenai kedatangan Sefa tersebut. Padahal, di jadwal pemeriksaan nama Sefa tidak masuk dalam daftar periksa.
KPK telah membuka penyelidikan baru dalam kasus suap DPID, menyusul mencuatnya dugaan keterlibatan sejumlah nama. Di antaranya, pengusaha Haris Surahman dan sejumlah pimpinan Banggar DPR.
Dari informasi yang dihimpun, dugaan keterlibatan sejumlah nama seperti Haris Surahman, mencuat lantaran pria tersebut merupakan perantara yang mempertemukan Fahd A El Fouz, yang dikenal sebagai pengusaha, dengan Wa Ode Nurhayati.
Haris diduga mengetahui dan bertugas mengurus dana untuk daerah di tiga kabupaten Nangroe Aceh Darussalam (NAD), yaitu Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Bener Meriah. Terbongkarnya peranan Haris dalam dakwaan Wa Ode Nurhayati di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Sedangkan dugaan keterlibatan para pimpinan Banggar DPR itu, muncul saat Wa Ode membeberkannya di persidangan. Wanita itu menyatakan, adanya keterlibatan pimpinan Banggar dalam permainan anggaran. Terutama, Wakil Ketua Banggar Bidang Panja Daerah Tamsil Linrung.
Sefa yang terlihat memakai gamis berwarna kuning, dipadu dengan jilbab berwarna coklat, tiba sekira pukul 13.00 WIB. Dia pun enggan berkomentar mengenai kedatangannya hari ini, dan berusaha menghalau wartawan yang menyerbu dirinya.
“Permisi ya mas, permisi,“ kata Sefa di Gedung KPK, Jakarta, Senin 5/11/2012.
Sambil menunggu panggilan di lobi KPK, Sefa beberapa kali terlihat mengelus-elus perutnya yang semakin membesar tersebut. Bahkan, Sefa sempat mengoleskan minyak oles ke perutnya.
Sementara itu, sampai saat ini pihak KPK belum ada satupun yang bisa dikonfirmasi mengenai kedatangan Sefa tersebut. Padahal, di jadwal pemeriksaan nama Sefa tidak masuk dalam daftar periksa.
KPK telah membuka penyelidikan baru dalam kasus suap DPID, menyusul mencuatnya dugaan keterlibatan sejumlah nama. Di antaranya, pengusaha Haris Surahman dan sejumlah pimpinan Banggar DPR.
Dari informasi yang dihimpun, dugaan keterlibatan sejumlah nama seperti Haris Surahman, mencuat lantaran pria tersebut merupakan perantara yang mempertemukan Fahd A El Fouz, yang dikenal sebagai pengusaha, dengan Wa Ode Nurhayati.
Haris diduga mengetahui dan bertugas mengurus dana untuk daerah di tiga kabupaten Nangroe Aceh Darussalam (NAD), yaitu Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Bener Meriah. Terbongkarnya peranan Haris dalam dakwaan Wa Ode Nurhayati di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Sedangkan dugaan keterlibatan para pimpinan Banggar DPR itu, muncul saat Wa Ode membeberkannya di persidangan. Wanita itu menyatakan, adanya keterlibatan pimpinan Banggar dalam permainan anggaran. Terutama, Wakil Ketua Banggar Bidang Panja Daerah Tamsil Linrung.
(san)