IPW desak Kapolri tak berikan izin

Senin, 05 November 2012 - 07:38 WIB
IPW desak Kapolri tak...
IPW desak Kapolri tak berikan izin
A A A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo agar tidak mengizinkan kompetisi sepakbola Liga Super Indonesia (ISL) maupun Liga Primer Indonesia (LPI) untuk musim tanding 2013 yang sebentar lagi dimulai.

"Sebab ulah suporter dalam kompetisi tersebut sangat rawan konflik yang bisa memicu kerusuhan massal. Apalagi situasi sosial politik 2013 sangat rawan, karena menjelang Pemilu (Pemilihan Umum) dan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2014," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilis yang di terima SINDO, Senin (5/11/2012)

IPW mendata, musim kompetisi 2012 selalu diwarnai tawuran dan kerusuhan. Akibatnya selama 2012 ada 14 orang tewas dan 14 luka berat akibat pertandingan sepakbola di berbagai tempat. Padahal di 2011 hanya 3 tewas dan 3 luka.

"Sebab itu juga IPW mendesak Kapolri agar tidak mengizinkan kompetisi LSI dan LPI pada 2013," katanya.

Ada empat alasan kenapa IPW mendesak Kapolri melarang LSI dan LPI. Pertama, ada dualisme kompetisi yang berpotensi memicu konflik. Kedua, dugaan pelanggaran hukum masih mewarnai kompetisi, terutama dalam penggunaan pemain asing.

Kemudian, yang ketiga, konflik, tawuran suporter dan kerusuhan di berbagai daerah cenderung kian meluas. Keempat, eskalasi situasi sosial politik thn 2013 makin tinggi.

"Bukan mustahil konflik dan tawuran suporter dalam pertandingan sepakbola akan melebar menjadi kerusuhan massal. Bukan mustahil pula kerusuhan dari pertandingan sepakbola ini dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengacaukan situasi kamtibmas nasional menjelang Pemilu dan Pilpres 2014," jelasnya.

Berkaitan dengan itu, lanjut dia, IPW mendesak Polri segera melarang klub-klub yang tergabung di LSI dan LPI untuk merekrut para pemain, terutama pemain asing sampai situasi kondusif dan kompetisi bisa bergulir dengan jaminan keamanan.

"Sebab saat ini sejumlah klub sudah mulai merekrut para pemain asing," ungkapnya.

Ironisnya, tambah dia, meski kerusuhan kerap terjadi tidak ada jaminan dari PSSI maupun klub-klub sepakbola untuk berbenah dan memberi jaminan keamanan pada even tersebut.

"Polisi pun kerap tak berdaya menghadapi kerusuhan akibat ulah suporter sepakbola," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Mutasi Polri, Brigjen...
Mutasi Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Ditunjuk Jadi Kadiv Propam
Begini Suasana Pengamanan...
Begini Suasana Pengamanan Mabes Polri Pasca Penyerangan Teroris
Profil Irjen Pol Ramdani...
Profil Irjen Pol Ramdani Hidayat, Alumni Akpol 1990 yang Jabat Dankor Brimob
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved