Aziz: Bentrok Lampung bukan konflik suku
Jum'at, 02 November 2012 - 13:41 WIB
Aziz: Bentrok Lampung bukan konflik suku
A
A
A
Sindonews.com - Bentrok antar warga yang terjadi di Kalianda, Lampung Selatan, masih terus diselidiki. Menurut Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsuddin meyakini bentrok antar warga bukan merupakan konflik antar suku. Karena warga dari suku Bali di daerah Lampung yang lain terbukti dapat hidup berdampingan.
Politikus Partai Golkar ini pun menduga ada agenda terselubung dari sekelompok pihak yang sengaja membenturkan antar warga.
"Saya sendiri warga Lampung. Konflik ini bukanlah perang suku. Buktinya warga Bali di daerah lain di Lampung bisa hidup damai. Aparatur pemerintah di Lampung harus segera turun tangan. Saya yakin situasi segera kondusif," ujar Aziz usai mengunjungi warga Balinuraga di lokasi pengungsian, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Bandar Lampung, dalam siaran persnya, Jumat (2/11/2012).
Aziz berharap pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) dapat menjamin warga Desa Balinuraga yang berada di pengungsian untuk segera kembali ke desa mereka.
"Tentu semua berharap agar para pengungsi dapat dipulangkan dalam minggu depan. Ada jaminan juga dari aparat keamanan. Sekarang tinggal tunggu langkah Pemprov Lampung dan Pemkab Lamsel," ujarnya.
Ketua DPP Golkar ini meminta agar rumah warga yang terbakar, harus segera dibangun kembali. Pemerintah setempat memberikan bantuan Rp10 juta untuk setiap rumah yang rusak.
"Sudah ada komitmen pemerintah daerah Rp10 juta per rumah. Kami minta pemerintah pusat bisa bantu. Selain itu, perusahan di Lampung harusnya juga bisa menyalurkan bantuan mereka," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Lamsel, Made Sukintre, menuturkan pihaknya berharap dapat segera kembali ke Balinuraga.
"Kami harap masalah segera reda. Pemerintah Pusat dan Daerah harus bertanggung jawab penuh mengembalikan kami. Jangan dibiarkan berlarut-larut," tuturnya.
Politikus Partai Golkar ini pun menduga ada agenda terselubung dari sekelompok pihak yang sengaja membenturkan antar warga.
"Saya sendiri warga Lampung. Konflik ini bukanlah perang suku. Buktinya warga Bali di daerah lain di Lampung bisa hidup damai. Aparatur pemerintah di Lampung harus segera turun tangan. Saya yakin situasi segera kondusif," ujar Aziz usai mengunjungi warga Balinuraga di lokasi pengungsian, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Bandar Lampung, dalam siaran persnya, Jumat (2/11/2012).
Aziz berharap pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) dapat menjamin warga Desa Balinuraga yang berada di pengungsian untuk segera kembali ke desa mereka.
"Tentu semua berharap agar para pengungsi dapat dipulangkan dalam minggu depan. Ada jaminan juga dari aparat keamanan. Sekarang tinggal tunggu langkah Pemprov Lampung dan Pemkab Lamsel," ujarnya.
Ketua DPP Golkar ini meminta agar rumah warga yang terbakar, harus segera dibangun kembali. Pemerintah setempat memberikan bantuan Rp10 juta untuk setiap rumah yang rusak.
"Sudah ada komitmen pemerintah daerah Rp10 juta per rumah. Kami minta pemerintah pusat bisa bantu. Selain itu, perusahan di Lampung harusnya juga bisa menyalurkan bantuan mereka," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Lamsel, Made Sukintre, menuturkan pihaknya berharap dapat segera kembali ke Balinuraga.
"Kami harap masalah segera reda. Pemerintah Pusat dan Daerah harus bertanggung jawab penuh mengembalikan kami. Jangan dibiarkan berlarut-larut," tuturnya.
(lns)