Peta politik 2014 masih sama dengan 2009
Rabu, 31 Oktober 2012 - 07:27 WIB
Peta politik 2014 masih sama dengan 2009
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto melihat, ada kesamaan antara Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang akan datang dengan 2009 yang lalu.
Letak kesamaan itu, terdapat pada tahap awal verifikasi partai politik yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kendati begitu, dia melihat secara keseluruhan yang dilakukan KPU sudah benar, karena berdasarkan aturan main, dan kesepakatan bersama.
"Hasil verifikasi parpol itu, harus diterima secara legowo, artinya parpol-parpol yang tidak siap menjadi kontestan, tidak usah memaksakan diri untuk berkompetisi di 2014," ujar Gun Gun saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Ditambahkan dia, 18 parpol yang tak lolos verifikasi itu, seyogianya menggabungkan kepentingan politik mereka, dengan partai-partai yang memiliki kedekatan platform atau ideologi.
"Sebenarnya kalau dihubungkan dengan perubahan peta politik, menurut saya tidak mengubah banyak peta politik di level nasional. Karena, posisi parpol-parpol yang tidak lolos itu, belum dikatakan sebagai parpol mainstream yang punya basis massa jelas dan konsolidatif," ungkapnya.
Bahkan, jika mereka lolos verifikasi, margin perolehan suara mereka belum tentu signifikan. Mengingat modal awal dukungan dari pemilih bercorak basis loyalisnya belum kentara sama sekali.
"Jadi peta politik utama sbenarnya masih seperti konfigurasi pemilu 2009," tukasnya.
Letak kesamaan itu, terdapat pada tahap awal verifikasi partai politik yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kendati begitu, dia melihat secara keseluruhan yang dilakukan KPU sudah benar, karena berdasarkan aturan main, dan kesepakatan bersama.
"Hasil verifikasi parpol itu, harus diterima secara legowo, artinya parpol-parpol yang tidak siap menjadi kontestan, tidak usah memaksakan diri untuk berkompetisi di 2014," ujar Gun Gun saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Ditambahkan dia, 18 parpol yang tak lolos verifikasi itu, seyogianya menggabungkan kepentingan politik mereka, dengan partai-partai yang memiliki kedekatan platform atau ideologi.
"Sebenarnya kalau dihubungkan dengan perubahan peta politik, menurut saya tidak mengubah banyak peta politik di level nasional. Karena, posisi parpol-parpol yang tidak lolos itu, belum dikatakan sebagai parpol mainstream yang punya basis massa jelas dan konsolidatif," ungkapnya.
Bahkan, jika mereka lolos verifikasi, margin perolehan suara mereka belum tentu signifikan. Mengingat modal awal dukungan dari pemilih bercorak basis loyalisnya belum kentara sama sekali.
"Jadi peta politik utama sbenarnya masih seperti konfigurasi pemilu 2009," tukasnya.
(san)