Pemprov Lampung harus bertanggung jawab
Selasa, 30 Oktober 2012 - 17:24 WIB
Pemprov Lampung harus bertanggung jawab
A
A
A
Sindonews.com - Bentrokan antar warga di Lampung merupakan bentuk kelambanan pemerintah setempat dalam melihat potensi konflik antar warga.
Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso menegaskan pihak aparat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung harus bertanggung jawab terhadap bentrokan antar warga sejumlah kampung di Kecamatan Kalianda dengan warga Desa Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Kabupaten Lampung Selatan.
"Penguasa setempat harus bertanggung jawab," ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Ketua DPP Partai Demokrat ini mengaku tidak mengerti dengan pejabat setempat, baik kepolisian, maupun gubernur yang lamban mengatasi bentrokan.
Dalam undang-undang penanganan konflik sosial, sambung Priyo, sudah jelas mekanisme penanganannya menjadi tanggung jawab pemerintah lokal.
"Semua pihak saya sarankan masyarakat untuk tenang dan menahan diri demi keadilan," ujarnya.
Sementara, baik pelaku atau provokator yang menjadi penyebab bentrokan harus segera ditindak secara hukum agar peristiwa sama tidak terulang.
Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso menegaskan pihak aparat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung harus bertanggung jawab terhadap bentrokan antar warga sejumlah kampung di Kecamatan Kalianda dengan warga Desa Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Kabupaten Lampung Selatan.
"Penguasa setempat harus bertanggung jawab," ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Ketua DPP Partai Demokrat ini mengaku tidak mengerti dengan pejabat setempat, baik kepolisian, maupun gubernur yang lamban mengatasi bentrokan.
Dalam undang-undang penanganan konflik sosial, sambung Priyo, sudah jelas mekanisme penanganannya menjadi tanggung jawab pemerintah lokal.
"Semua pihak saya sarankan masyarakat untuk tenang dan menahan diri demi keadilan," ujarnya.
Sementara, baik pelaku atau provokator yang menjadi penyebab bentrokan harus segera ditindak secara hukum agar peristiwa sama tidak terulang.
(ysw)