DPR desak RI lakukan diplomasi
Senin, 29 Oktober 2012 - 15:41 WIB
DPR desak RI lakukan diplomasi
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia diminta segera melakukan diplomasi dengan Malaysia untuk menghentikan iklan Tenaga Kerja Indonesia yang bertajuk "Indonesian maid now on SALE" itu.
"Saya mendesak kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Kementerian Luar Negeri (Kemendagri) untuk mengambil langkah-langkah diplomasi yang dianggap perlu untuk menghentikan iklan tersebut," kata Wakil Ketua Komisi IX Nova Riyanti Yusuf kepada wartawan, di Jakarta, Senin (29/10/2012).
Tak hanya itu, politikus Partai Demokrat (PD) ini meminta, agar pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Malaysia untuk menuntut pihak yang bertanggung jawab terhadap iklan tersebut.
Iklan tersebut, imbuh Nova, jelas bentuk pelecehan terhadap bangsa Indonesia, maka pemerintah harus segera mengambil tindakan tegas.
"Apa pun modus oknum pembuat iklan tersebut, maka oknum telah menginjak bom waktu, yaitu menghina harga diri bangsa Indonesia," pungkasnya.
Dia menambahkan, dengan beredarnya selebaran tersebut, informasi dari KBRI, pihaknya sedang melacak kebenaran informasi tersebut. Menurutnya nomor telepon yang dicantumkan sampai saat ini tidak bisa dihubungi.
"Iklan tersebut merupakan pelecehan terhadap negara Republik Indonesia. Terlebih hingga saat ini moratorium pengiriman TKI ke Malaysia belum dicabut," tukasnya.
"Saya mendesak kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Kementerian Luar Negeri (Kemendagri) untuk mengambil langkah-langkah diplomasi yang dianggap perlu untuk menghentikan iklan tersebut," kata Wakil Ketua Komisi IX Nova Riyanti Yusuf kepada wartawan, di Jakarta, Senin (29/10/2012).
Tak hanya itu, politikus Partai Demokrat (PD) ini meminta, agar pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Malaysia untuk menuntut pihak yang bertanggung jawab terhadap iklan tersebut.
Iklan tersebut, imbuh Nova, jelas bentuk pelecehan terhadap bangsa Indonesia, maka pemerintah harus segera mengambil tindakan tegas.
"Apa pun modus oknum pembuat iklan tersebut, maka oknum telah menginjak bom waktu, yaitu menghina harga diri bangsa Indonesia," pungkasnya.
Dia menambahkan, dengan beredarnya selebaran tersebut, informasi dari KBRI, pihaknya sedang melacak kebenaran informasi tersebut. Menurutnya nomor telepon yang dicantumkan sampai saat ini tidak bisa dihubungi.
"Iklan tersebut merupakan pelecehan terhadap negara Republik Indonesia. Terlebih hingga saat ini moratorium pengiriman TKI ke Malaysia belum dicabut," tukasnya.
(mhd)