Pemuda & perempuan, Golkar siapkan 30 persen
Minggu, 28 Oktober 2012 - 16:28 WIB
Pemuda & perempuan, Golkar siapkan 30 persen
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke IV pada 29-30 Oktober 2012 besok. Pada Rapimnas itu akan di agendakan untuk membahas alokasi kuota 30 persen bagi calon legislatif perempuan dan kaum muda.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Official Commite (OC) Rapimnas ke IV Partai Golkar Syamsul Bahri, dalam acara konferensi pers persiapan Rapimnas di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/10/2012).
"Kita tetapkan kuota 30 persen bagi perempuan dan kaum muda agar ada regenerasi kader partai sekaligus mengakomodir kader muda yang mampu," kata Wakil Sekjen Bidang Organisasi DPP Partai Golkar ini.
Senada dengan Syamsul, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham menyatakan, pemberian kuota sebesar itu agar menyiapkan kader partai yang berkualitas dan kompeten, sehingga partai itu ada reorganisasinya.
"Kita ingin mencari kader partai yang berkualitas dan kompeten serta menciptakan kondisi partai yang proporsional, antara yang senior dan yang muda." Katanya.
Mereka yang akan menjadi kader akan wajib mengikuti orientasi fungsionaris dan menjalani tugas fungsionaris di daerah untuk menjadi kader yang tahu kondisi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Official Commite (OC) Rapimnas ke IV Partai Golkar Syamsul Bahri, dalam acara konferensi pers persiapan Rapimnas di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/10/2012).
"Kita tetapkan kuota 30 persen bagi perempuan dan kaum muda agar ada regenerasi kader partai sekaligus mengakomodir kader muda yang mampu," kata Wakil Sekjen Bidang Organisasi DPP Partai Golkar ini.
Senada dengan Syamsul, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham menyatakan, pemberian kuota sebesar itu agar menyiapkan kader partai yang berkualitas dan kompeten, sehingga partai itu ada reorganisasinya.
"Kita ingin mencari kader partai yang berkualitas dan kompeten serta menciptakan kondisi partai yang proporsional, antara yang senior dan yang muda." Katanya.
Mereka yang akan menjadi kader akan wajib mengikuti orientasi fungsionaris dan menjalani tugas fungsionaris di daerah untuk menjadi kader yang tahu kondisi masyarakat.
(mhd)