Masyarakat diminta bersinergi untuk membantu SAR
Minggu, 28 Oktober 2012 - 14:41 WIB
Masyarakat diminta bersinergi untuk membantu SAR
A
A
A
Sindonews.com - Badan Search and Rescue (SAR) kerap dibutuhkan saat terjadinya bencana alam di berbagai daerah di Indonesia. Namun, masyarakat seharusnya dapat ikut serta membantu di dalamnya menjadi bagian dari sinergi pencarian dan penyelamatan itu.
"Kita jangan semata mengandalkan lembaga yang sudah ada dalam upaya pencarian dan penyelematan korban bencana alam maupun kecelakaan transportasi udara, laut dan darat. Masyarakat harus disadarkan untuk peduli untuk ikut SAR," kata Ketua Umum Rajawali SAR Nusantara (RSN) yang juga anggota Komisi IX DPR, Riski Sadiq di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (28/10/2012).
Di sisi lain, Riski mengatakan, selain bertindak melakukan pencarian dan pertolongan, lembaganya itu juga akan melakukan pengobatan pada masyarakat, melakukan pengobatan dengan tindakan operasi ringan, dan kampanye hidup sehat nantinya.
Walau demikian, Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di SAR tidak sebanding dengan berbagai bencana yang terjadi di Indonesia seperti gempa bumi, gunung meletus, dan peristiwa kecelakaan pesawat di daerah pegunungan ataupun peristiwa tenggelamnya kapal.
Maka dari itu, sejumlah masyarakat terdorong untuk mendirikan lembaga SAR baru yang diberi nama Rajawali SAT Nusantara.
Menteri Kordinator Perekonomian (Menko Perek) Hatta Rajasa diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina dari lembaga tersebut.
"Kita jangan semata mengandalkan lembaga yang sudah ada dalam upaya pencarian dan penyelematan korban bencana alam maupun kecelakaan transportasi udara, laut dan darat. Masyarakat harus disadarkan untuk peduli untuk ikut SAR," kata Ketua Umum Rajawali SAR Nusantara (RSN) yang juga anggota Komisi IX DPR, Riski Sadiq di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (28/10/2012).
Di sisi lain, Riski mengatakan, selain bertindak melakukan pencarian dan pertolongan, lembaganya itu juga akan melakukan pengobatan pada masyarakat, melakukan pengobatan dengan tindakan operasi ringan, dan kampanye hidup sehat nantinya.
Walau demikian, Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di SAR tidak sebanding dengan berbagai bencana yang terjadi di Indonesia seperti gempa bumi, gunung meletus, dan peristiwa kecelakaan pesawat di daerah pegunungan ataupun peristiwa tenggelamnya kapal.
Maka dari itu, sejumlah masyarakat terdorong untuk mendirikan lembaga SAR baru yang diberi nama Rajawali SAT Nusantara.
Menteri Kordinator Perekonomian (Menko Perek) Hatta Rajasa diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina dari lembaga tersebut.
(mhd)