Semangat reformasi semakin menghilang
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 18:38 WIB
Semangat reformasi semakin menghilang
A
A
A
Sindonews.com - Semangat pemuda yang mempelopori reformasi semakin menghilang seiring perjalanan politik, dan demokrasi di Indonesia beberapa tahun terakhir.
Aktivis perempuan, Dita Indah Sari mengatakan, saat ini hanya sedikit kaum muda yang menjadi pelopor reformasi pada 1998 lalu berkiprah di dunia politik. Padahal, saat itu banyak bermunculan kaum muda yang memiliki potensi di dunia politik.
"Potensi terbaik bangsa pada 1998 paling teruji dalam pergerakan politik saat itu. Ternyata, representasinya dalam dunia politik kita saat ini sangat kecil. Jangan-jangan itu juga salah satu penyebab pemerintahan kita enggak kuat," katanya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10/2012).
Dia mengungkapkan, rekrutmen politik yang dilakukan partai politik (parpol) tidak banyak menyerap potensi muda sudah teruji dalam reformasi. "Manifestasi tokoh politik muda yang rekam jejaknya progresif itu hanya sedikit dalam struktur kekuasaan kita," ujarnya.
Sementara itu, intelektual muda dari Papua Natalis Pigay menganggap, tokoh muda yang ada dalam perpolitikan Indonesia masih didominasi tokoh-tokoh yang bermasalah.
"Selama 10 tahun terakhir memang muncul pemimpin muda, seperti Muhaimin Iskandar, Anas Urbaningrum, dan Andi Mallarangeng. Tapi mereka terindikasi bermasalah semua," ungkapnya.
Aktivis perempuan, Dita Indah Sari mengatakan, saat ini hanya sedikit kaum muda yang menjadi pelopor reformasi pada 1998 lalu berkiprah di dunia politik. Padahal, saat itu banyak bermunculan kaum muda yang memiliki potensi di dunia politik.
"Potensi terbaik bangsa pada 1998 paling teruji dalam pergerakan politik saat itu. Ternyata, representasinya dalam dunia politik kita saat ini sangat kecil. Jangan-jangan itu juga salah satu penyebab pemerintahan kita enggak kuat," katanya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10/2012).
Dia mengungkapkan, rekrutmen politik yang dilakukan partai politik (parpol) tidak banyak menyerap potensi muda sudah teruji dalam reformasi. "Manifestasi tokoh politik muda yang rekam jejaknya progresif itu hanya sedikit dalam struktur kekuasaan kita," ujarnya.
Sementara itu, intelektual muda dari Papua Natalis Pigay menganggap, tokoh muda yang ada dalam perpolitikan Indonesia masih didominasi tokoh-tokoh yang bermasalah.
"Selama 10 tahun terakhir memang muncul pemimpin muda, seperti Muhaimin Iskandar, Anas Urbaningrum, dan Andi Mallarangeng. Tapi mereka terindikasi bermasalah semua," ungkapnya.
(lil)