Pemerintah belum sejahterakan kaum muda
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 14:51 WIB
Pemerintah belum sejahterakan kaum muda
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya aksi tawuran dan kasus narkoba yang menjerat para pemuda di Indonesia menunjukkan kurangnya peran pemerintah dalam memenuhi kesejahteraan kaum muda.
Politikus Partai Golkar Poempida Hidayatullah mengatakan, pemerintah saat ini telah gagal dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya, sehingga marak terjadi tawuran dan kejahatan narkoba yang melibatkan kaum muda.
"Pemerintah ini sudah gagal membangun manusia Indonesia seutuhnya. Tawuran dimana-mana, kejahatan bertambah, kemiskinan juga bertambah. Ini menandakan pemerintah kita gagal membangun generasi muda yang kuat," katanya dalam diskusi 'Polemik' Sindo Radio dengan tajuk "Soempah Pemoeda di tengah Sumpah Serapah", di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini semangat sumpah pemuda sudah tidak bisa jadi landasan bagi perjuangan kamu muda. Pasalnya, kesejahteraan kaum muda saat ini masih sangat memprihatinkan.
"Jika kita hanya mengandalkan sumpah pemuda saja, itu tidak cukup. Menurut saya, harus ditambah satu, yaitu sejahtera. Sebab, kesejahteraan tidak dirasakan oleh pemuda saat ini," ujarnya.
Padahal, kaum muda seharusnya memiliki energi, gagasan, dan kreatifitas yang lebih segar. Sayangnya, hal itu juga belum tersalurkan dalam program pembangunan, sehingga muncul sikap-sikap negatif dari generasi muda Indonesia.
"Ini adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. Ingat, suatu bangsa itu kuat dikarenakan pemudanya kuat, tanpa ada generasi yang tepat, tidak akan ada bangsa yang kuat," tandasnya.
Politikus Partai Golkar Poempida Hidayatullah mengatakan, pemerintah saat ini telah gagal dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya, sehingga marak terjadi tawuran dan kejahatan narkoba yang melibatkan kaum muda.
"Pemerintah ini sudah gagal membangun manusia Indonesia seutuhnya. Tawuran dimana-mana, kejahatan bertambah, kemiskinan juga bertambah. Ini menandakan pemerintah kita gagal membangun generasi muda yang kuat," katanya dalam diskusi 'Polemik' Sindo Radio dengan tajuk "Soempah Pemoeda di tengah Sumpah Serapah", di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini semangat sumpah pemuda sudah tidak bisa jadi landasan bagi perjuangan kamu muda. Pasalnya, kesejahteraan kaum muda saat ini masih sangat memprihatinkan.
"Jika kita hanya mengandalkan sumpah pemuda saja, itu tidak cukup. Menurut saya, harus ditambah satu, yaitu sejahtera. Sebab, kesejahteraan tidak dirasakan oleh pemuda saat ini," ujarnya.
Padahal, kaum muda seharusnya memiliki energi, gagasan, dan kreatifitas yang lebih segar. Sayangnya, hal itu juga belum tersalurkan dalam program pembangunan, sehingga muncul sikap-sikap negatif dari generasi muda Indonesia.
"Ini adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. Ingat, suatu bangsa itu kuat dikarenakan pemudanya kuat, tanpa ada generasi yang tepat, tidak akan ada bangsa yang kuat," tandasnya.
(lil)