Parpol masih mengusung nasionalisme individual
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 13:21 WIB
Parpol masih mengusung nasionalisme individual
A
A
A
Sindonews.com - Partai politik (parpol) dinilai belum mencerminkan semangat sumpah pemuda, karena masih mengusung rasa nasionalisme individual, dan mengenyampingkan kepentingan bangsa, dan negara.
Intelektual muda Papua, Natalis Pigay mengatakan, rasa nasionalisme individu yang dibangun parpol berdampak pada munculnya kelompok yang mendewakan seorang tokoh yang dinilai telah menciptakan paham nasionalisme yang cocok untuk Indonesia.
"Parpol tidak pernah merancang nasionalisme bangsa sebagai kesatuan. Akibatnya, ada kelompok yang mendewakan Soekarno, Bung Hatta, dan Gus Dur yang dinilai sebagai pengajar paham nasionalisme," katanya dalam acara Polemik Sindo Radio dengan tajuk "Soempah Pemoeda di tengah Sumpah Serapah", di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10/2012).
Dia mengungkapkan, politik itu juga mengakibatkan langgengnya politik dinasti di Indonesia, karena kelompok yang fanatik terhadap sosok tokoh nasionalis akan lebih memilih seseorang yang dekat dengan tokoh tersebut.
Selain itu menurutnya, hingga kini belum ada sosok yang muncul dengan membawa rasa nasionalisme kebangsaan yang utuh dalam politik di indonesia. Yang ada saat ini adalah, tokoh-tokoh yang menganut faham nasionalisme yang diajarkan seorang tokoh nasionalis sebelumnya.
Intelektual muda Papua, Natalis Pigay mengatakan, rasa nasionalisme individu yang dibangun parpol berdampak pada munculnya kelompok yang mendewakan seorang tokoh yang dinilai telah menciptakan paham nasionalisme yang cocok untuk Indonesia.
"Parpol tidak pernah merancang nasionalisme bangsa sebagai kesatuan. Akibatnya, ada kelompok yang mendewakan Soekarno, Bung Hatta, dan Gus Dur yang dinilai sebagai pengajar paham nasionalisme," katanya dalam acara Polemik Sindo Radio dengan tajuk "Soempah Pemoeda di tengah Sumpah Serapah", di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10/2012).
Dia mengungkapkan, politik itu juga mengakibatkan langgengnya politik dinasti di Indonesia, karena kelompok yang fanatik terhadap sosok tokoh nasionalis akan lebih memilih seseorang yang dekat dengan tokoh tersebut.
Selain itu menurutnya, hingga kini belum ada sosok yang muncul dengan membawa rasa nasionalisme kebangsaan yang utuh dalam politik di indonesia. Yang ada saat ini adalah, tokoh-tokoh yang menganut faham nasionalisme yang diajarkan seorang tokoh nasionalis sebelumnya.
(lil)