Polri: Faktor geografis hambat pengejaran teroris
Rabu, 24 Oktober 2012 - 17:28 WIB
Polri: Faktor geografis hambat pengejaran teroris
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan belum terungkapnya pelaku teroris Poso hingga saat ini diberbagai daerah di Indonesia dikarenakan terkendala faktor geografis.
Kelompok teroris ini dinilai Polri banyak yang melarikan diri ke pegunungan Biru, Poso, Sulawesi Tengah.
"Langkah-langkah penyelidikan terus dilakukan, termasuk melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut yang berada di daerah pegunungan, yang memiliki ketinggian 2100. Itu memang jadi faktor penghambat. Tidak semua orang bisa kesana. Tapi kita tetap melakukan pengejaran. Serta melakukan pengawasan pengunungan, dan monitoring," kata Karo penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Dia juga menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengetatan bagi masyarakat sekitar baik warga masyarakat disana maupun pendatang yang hendak menuju ke areal pegunungan Biru.
Hal ini dilakukan sebagai upaya pengawasan dan dalam melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris ini. Pihaknya juga menegaskan, jajarannya bersama Polda Sulteng telah menerjunkan tim untuk melakukan pengejaran.
"Tim Mabes Polri tetap ada di sana bersama Polda, untuk memback up," imbuhnya.
Dari hasil pengembangan dilokasi kejadian serta pengakuan-pengakuan dari para anggota kelompok pelatihan teror yang berhasil ditangkap, menurutnya, diketahui, peledakan-peledakan disejumlah wilayah Poso, memiliki kaitan kejadian satu dengan lainnya.
"Perkembangan dari kelompok ini sangat erat kaitannya. Antara mereka memiliki suatu kesamaan. Tujuan mereka melakukan aksi teror, dan Poso di jadikan wilayah uji coba mereka," pungkasnya.
Kelompok teroris ini dinilai Polri banyak yang melarikan diri ke pegunungan Biru, Poso, Sulawesi Tengah.
"Langkah-langkah penyelidikan terus dilakukan, termasuk melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut yang berada di daerah pegunungan, yang memiliki ketinggian 2100. Itu memang jadi faktor penghambat. Tidak semua orang bisa kesana. Tapi kita tetap melakukan pengejaran. Serta melakukan pengawasan pengunungan, dan monitoring," kata Karo penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Dia juga menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengetatan bagi masyarakat sekitar baik warga masyarakat disana maupun pendatang yang hendak menuju ke areal pegunungan Biru.
Hal ini dilakukan sebagai upaya pengawasan dan dalam melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris ini. Pihaknya juga menegaskan, jajarannya bersama Polda Sulteng telah menerjunkan tim untuk melakukan pengejaran.
"Tim Mabes Polri tetap ada di sana bersama Polda, untuk memback up," imbuhnya.
Dari hasil pengembangan dilokasi kejadian serta pengakuan-pengakuan dari para anggota kelompok pelatihan teror yang berhasil ditangkap, menurutnya, diketahui, peledakan-peledakan disejumlah wilayah Poso, memiliki kaitan kejadian satu dengan lainnya.
"Perkembangan dari kelompok ini sangat erat kaitannya. Antara mereka memiliki suatu kesamaan. Tujuan mereka melakukan aksi teror, dan Poso di jadikan wilayah uji coba mereka," pungkasnya.
(rsa)