Teror di Poso, polisi salahkan masyarakat
Rabu, 24 Oktober 2012 - 16:06 WIB
Teror di Poso, polisi salahkan masyarakat
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya aksi teror di daerah Poso, Sulawesi Tengah, dituding karena kurangnya fungsi pengawasan dari masyarakat di daerah tersebut.
Kepala Biro penerangan masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, untuk mengantisifasi maraknya teror bom, masyarakat seharusnya dapat mengaktifkan lagi fungsi pengawasan.
"Dalam menjaga situasi disana, Polri telah bekerjasama dengan TNI, dan masyarakat. Dengan membentuk kegiatan yang sifatnya pengamanan, berupa sistem keamanan lingkungan (siskamling)," kata Boy Rafli, dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Boy menjelaskan, pihaknya juga mengharapkan pemuka agama untuk mengaktifkan kembali forum antar umat beragama, agar terjadi kerukunan dalam masyarakat luas.
"Kerja sama terus dilakukan, termasuk langkah preventif bersama unsur masyarakat lainnya, dengan memberikan kegiatan yang sifatnya pengamanan. Sehingga terciptanya kerukunan umat beragama," tandasnya.
Kepala Biro penerangan masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, untuk mengantisifasi maraknya teror bom, masyarakat seharusnya dapat mengaktifkan lagi fungsi pengawasan.
"Dalam menjaga situasi disana, Polri telah bekerjasama dengan TNI, dan masyarakat. Dengan membentuk kegiatan yang sifatnya pengamanan, berupa sistem keamanan lingkungan (siskamling)," kata Boy Rafli, dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Boy menjelaskan, pihaknya juga mengharapkan pemuka agama untuk mengaktifkan kembali forum antar umat beragama, agar terjadi kerukunan dalam masyarakat luas.
"Kerja sama terus dilakukan, termasuk langkah preventif bersama unsur masyarakat lainnya, dengan memberikan kegiatan yang sifatnya pengamanan. Sehingga terciptanya kerukunan umat beragama," tandasnya.
(maf)