Komisi X diminta tangani hasil audit BPK
Selasa, 23 Oktober 2012 - 13:03 WIB
Komisi X diminta tangani hasil audit BPK
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) akan menyerahkan sepenuhnya persoalan hilangnya nama Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng di Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dalam hasil audit investigasi proyek Hambalang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke Komisi X DPR.
"Saya kira proses ini masih berjalan. Kita biarkan dulu proses ini berjalan sambil Komisi X yang memantau persoalan ini. Saya lebih suka menyerahkan permasalahan ini ke Komisi X untuk mereka tangani. Karena jika seperti ini, saya merasa ada kesan politisasi baik dari dalam BPK maupun dari luar," jelas Wakil Ketua DPR, Anis Matta di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2012).
Anis juga mengatakan, apa yang dilakukan anggota BPK, Taufiqurahman Ruki yang menilai ada intervensi dalam proses audit tak lazim. "Yang jelas, yang dilakukan beliau (Ruki) itu tidak lazim," kata dia.
Anis beranggapan, persoalan tarik menarik di BPK justru akan membuka borok sendiri di internal BPK.
Seperti diketahui, anggota BPK Taufiqurrahman Ruki, menilai laporan audit investigasi BPK mengenai proyek pembangunan sarana olahraga di Hambalang, telah diintervensi. Pasalnya, dalam laporan tersebut, ada sejumlah nama-nama terlibat yang hilang termasuk nama Menpora Andi Mallarangeng.
"Saya kira proses ini masih berjalan. Kita biarkan dulu proses ini berjalan sambil Komisi X yang memantau persoalan ini. Saya lebih suka menyerahkan permasalahan ini ke Komisi X untuk mereka tangani. Karena jika seperti ini, saya merasa ada kesan politisasi baik dari dalam BPK maupun dari luar," jelas Wakil Ketua DPR, Anis Matta di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2012).
Anis juga mengatakan, apa yang dilakukan anggota BPK, Taufiqurahman Ruki yang menilai ada intervensi dalam proses audit tak lazim. "Yang jelas, yang dilakukan beliau (Ruki) itu tidak lazim," kata dia.
Anis beranggapan, persoalan tarik menarik di BPK justru akan membuka borok sendiri di internal BPK.
Seperti diketahui, anggota BPK Taufiqurrahman Ruki, menilai laporan audit investigasi BPK mengenai proyek pembangunan sarana olahraga di Hambalang, telah diintervensi. Pasalnya, dalam laporan tersebut, ada sejumlah nama-nama terlibat yang hilang termasuk nama Menpora Andi Mallarangeng.
(rsa)