BPK harus sebut siapa yang intervensi
Senin, 22 Oktober 2012 - 11:21 WIB
BPK harus sebut siapa yang intervensi
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta untuk secara terbuka mengungkapkan siapa yang diduga melakukan intervensi terhadap proses audit pelaksanaan proyek pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (PPPSON) di Hambalang, Jawa Barat.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan, BPK harus berani mengungkapkan siapa yang melakukan intervensi, untuk menghilangkan kontroversi opini publik.
"Harus ditunjukkan siapa yang melakukan intervensi. Jadi dibuka saja, supaya tidak menimbulkan spekulasi, dan akhirnya orang saling menduga-duga," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Dia menegaskan, Partai Demokrat sangat mendukung audit proyek tersebut untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan kasus dugaan korupsi dalam proyek tersebut.
"Demokrat mendukung audit investigasi, tapi tidak mendukung adanya intervensi," ujarnya.
Disinggung soal hilangnya nama Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dalam audit tersebut, Saan mengungkapkan pihaknya sama sekali tidak mengerti terkait audit tersebut.
"Saya enggak ngerti, itu kan ada di internal BPK sendiri. Siapa yang menghilangkan, atau memanipulasi, nanti kita lihat ya," tandasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan, BPK harus berani mengungkapkan siapa yang melakukan intervensi, untuk menghilangkan kontroversi opini publik.
"Harus ditunjukkan siapa yang melakukan intervensi. Jadi dibuka saja, supaya tidak menimbulkan spekulasi, dan akhirnya orang saling menduga-duga," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Dia menegaskan, Partai Demokrat sangat mendukung audit proyek tersebut untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan kasus dugaan korupsi dalam proyek tersebut.
"Demokrat mendukung audit investigasi, tapi tidak mendukung adanya intervensi," ujarnya.
Disinggung soal hilangnya nama Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dalam audit tersebut, Saan mengungkapkan pihaknya sama sekali tidak mengerti terkait audit tersebut.
"Saya enggak ngerti, itu kan ada di internal BPK sendiri. Siapa yang menghilangkan, atau memanipulasi, nanti kita lihat ya," tandasnya.
(lil)