2012, tahun apes untuk Hakim Puji
Minggu, 21 Oktober 2012 - 19:14 WIB
2012, tahun apes untuk Hakim Puji
A
A
A
Sindonews.com - Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Bekasi, Jawa Barat, Puji Wijayanto (PW) diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah kepergok pesta narkoba. PW ditangkap di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
Rekam jejak hakim yang satu ini memang bisa dikatakan bandel. Pasalnya, PW pernah lima kali dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY), yaitu sekali pada 2010, dua kali pada 2011, dan dua kali pada tahun ini.
"Nah sekarang di tahun 2012 ini kena apesnya itu (PW). Sebelumnya ia bertugas di PN Papua, DI Yogyakarta, dan Sabang. 2012 ini dia (PW) kena apesnya deh," kata Ketua KY Eman Suparman kepada Sindonews, di Jakarta, Minggu (21/10/2012).
Katanya, tahun 2010 dan 2011 disimpulkan tidak ada pelanggaran kode etik. Sedangkan untuk yang tahun 2012 masih dalam proses investigasi dan pemeriksaan. Sebelum investigasinya selesai, PW sudah tertangkap oleh pihak BNN.
"Kita (KY) sedang menginvestigasi PW. Belum juga selesai eh, sudah ditangkap BNN," ujarnya.
Dia mengatakan, jika karakter PW ini memang susah untuk diubah. Pasalnya, sudah menjadi sifatnya seperti ini. "PW karakternya tidak bisa diperbaiki," cetusnya.
Menurut Eman, dalam laporan yang didapat KY dari masyarakat, PW ini tidak hanya melanggar kode etik, serta mengkonsumsi narkoba. Tapi dia juga sempat bermain perempuan. Tapi untuk membuktikan itu KY agak kesulitan.
"Memang ada laporan seperti itu. Tapi kita kesulitan dalam membongkar kasus tersebut (bermain perempuan)," ungkap Eman.
Kalau hakim yang seperti itu, menurutnya, sudah jelas lebih baik dipecat dari jabatannya sekarang. "Kalau sudah seperti itu lebih baik dipecat saja," tegasnya.
Menurutnya, jika itu semua terbukti artinya dia itu hakim bejat. "Masa hakim main cewek, narkoba, suap, ini bukan manusia lagi. Tapi sudah seperti (sifat) hewan," katanya.
Sebelumnya, PW ditangkap di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, sekira pukul 17.00 WIB. Selain PW, BNN juga meringkus enam orang lain, tiga di antaranya wanita.
Belum dijelaskan kronologi penangkapan dan barang bukti yang diamankan. BNN juga belum membeberkan apakah PW terkait jaringan pengedar atau hanya konsumen.
Namun informasi yang berkembang, dalam penggerebekan itu BNN mengamankan sejumlah pil ekstasi (ineks) dan sabu-sabu beserta alat hisap.
PW merupakan salah satu target operasi (TO) BNN. Sebelum pesta narkoba itu, dia telah lebih dulu dikuntit.
Rekam jejak hakim yang satu ini memang bisa dikatakan bandel. Pasalnya, PW pernah lima kali dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY), yaitu sekali pada 2010, dua kali pada 2011, dan dua kali pada tahun ini.
"Nah sekarang di tahun 2012 ini kena apesnya itu (PW). Sebelumnya ia bertugas di PN Papua, DI Yogyakarta, dan Sabang. 2012 ini dia (PW) kena apesnya deh," kata Ketua KY Eman Suparman kepada Sindonews, di Jakarta, Minggu (21/10/2012).
Katanya, tahun 2010 dan 2011 disimpulkan tidak ada pelanggaran kode etik. Sedangkan untuk yang tahun 2012 masih dalam proses investigasi dan pemeriksaan. Sebelum investigasinya selesai, PW sudah tertangkap oleh pihak BNN.
"Kita (KY) sedang menginvestigasi PW. Belum juga selesai eh, sudah ditangkap BNN," ujarnya.
Dia mengatakan, jika karakter PW ini memang susah untuk diubah. Pasalnya, sudah menjadi sifatnya seperti ini. "PW karakternya tidak bisa diperbaiki," cetusnya.
Menurut Eman, dalam laporan yang didapat KY dari masyarakat, PW ini tidak hanya melanggar kode etik, serta mengkonsumsi narkoba. Tapi dia juga sempat bermain perempuan. Tapi untuk membuktikan itu KY agak kesulitan.
"Memang ada laporan seperti itu. Tapi kita kesulitan dalam membongkar kasus tersebut (bermain perempuan)," ungkap Eman.
Kalau hakim yang seperti itu, menurutnya, sudah jelas lebih baik dipecat dari jabatannya sekarang. "Kalau sudah seperti itu lebih baik dipecat saja," tegasnya.
Menurutnya, jika itu semua terbukti artinya dia itu hakim bejat. "Masa hakim main cewek, narkoba, suap, ini bukan manusia lagi. Tapi sudah seperti (sifat) hewan," katanya.
Sebelumnya, PW ditangkap di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, sekira pukul 17.00 WIB. Selain PW, BNN juga meringkus enam orang lain, tiga di antaranya wanita.
Belum dijelaskan kronologi penangkapan dan barang bukti yang diamankan. BNN juga belum membeberkan apakah PW terkait jaringan pengedar atau hanya konsumen.
Namun informasi yang berkembang, dalam penggerebekan itu BNN mengamankan sejumlah pil ekstasi (ineks) dan sabu-sabu beserta alat hisap.
PW merupakan salah satu target operasi (TO) BNN. Sebelum pesta narkoba itu, dia telah lebih dulu dikuntit.
(mhd)