LSI: Suara partai Islam merosot
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 14:06 WIB
LSI: Suara partai Islam merosot
A
A
A
Sindonews.com - Hasil suara pada pemilihan Umum tahun 2014 diperkirakan akan didominasi partai politik berbasi nasionalis. Sedangkan partai islam diprediksi jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya.
Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Menurut data, hasil ini dikarenakan total suara pemilih untuk partai Islam ditahun ini hanya 21 persen.
"Berdasarkan survei awal Oktober 2012, dari data yang kita peroleh akhirnya kita sampai ke suatu kesimpulan, partai islam atau capres islam terancam merosot dukungannya di tahun 2014 nanti," jelas peneliti LSI Adjie Al Faraby dalam diskusi "Partai Islam Melorot", di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
Dikatakannya saat ini, lima besar perolehan suara dipegang oleh parpol berbasis nasionalisme, bukan dari partai non agama.
"Dari sisi dukungan terhadap partai islam, seperti PPP, PKS, PAN, dan PKB, semua perolehan suara dibawah 5%," tambahnya.
Menurunnya rating partai islam juga ditengarai karena kuranya popularitas capres dari partai islam, seperti Suryadharma Ali, Hattarajasa, dan Muhaimin Iskandar. Perolehan suaranya hanya di bawah 60 persen.
"Tingkat pengenalan memang masih jauh, karena syarat untuk menang baik ditingkat lokal atau nasional, tingkat popularitas minimal di atas 80 persen. Jauh jika dibandingkan dengan tokoh nasionalis yang ada diatas angka 60 persen," demikian kata Adji.
Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Menurut data, hasil ini dikarenakan total suara pemilih untuk partai Islam ditahun ini hanya 21 persen.
"Berdasarkan survei awal Oktober 2012, dari data yang kita peroleh akhirnya kita sampai ke suatu kesimpulan, partai islam atau capres islam terancam merosot dukungannya di tahun 2014 nanti," jelas peneliti LSI Adjie Al Faraby dalam diskusi "Partai Islam Melorot", di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
Dikatakannya saat ini, lima besar perolehan suara dipegang oleh parpol berbasis nasionalisme, bukan dari partai non agama.
"Dari sisi dukungan terhadap partai islam, seperti PPP, PKS, PAN, dan PKB, semua perolehan suara dibawah 5%," tambahnya.
Menurunnya rating partai islam juga ditengarai karena kuranya popularitas capres dari partai islam, seperti Suryadharma Ali, Hattarajasa, dan Muhaimin Iskandar. Perolehan suaranya hanya di bawah 60 persen.
"Tingkat pengenalan memang masih jauh, karena syarat untuk menang baik ditingkat lokal atau nasional, tingkat popularitas minimal di atas 80 persen. Jauh jika dibandingkan dengan tokoh nasionalis yang ada diatas angka 60 persen," demikian kata Adji.
(rsa)