Minta klarifikasi, JAT datangi Mabes Polri
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 15:25 WIB
Minta klarifikasi, JAT datangi Mabes Polri
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa orang anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), menyambangi Mabes Polri. Kedatangan mereka untuk mengklarifikasi tudingan pembunuhan dua anggota polisi di Poso.
"Maksud kedatangan kita kemari, ingin melakukan silaturrahim. Kedua, kami ingin mengklarifikasi terkait pembunuhan di Poso. Kami ingin meminta klarifikasi dari pihak kepolisian," kata Amir JAT Wilayah Jakarta Nanang Ainur Rofiq, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Secara tegas ia membantah keterlibatan JAT di Poso. Kemudian, kepada pihak yang tidak bisa mempertanggungjawabkan pernyataannya tersebut, harus dicopot dari jabatannya.
"Kami membantah keterlibatan kami. Apabila mereka tidak bisa mempertanggungjawabkannya, maka kami minta pejabat tersebut dicopot dari jabatannya," tegasnya.
Sebelumnya diketahui, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman menuding JAT sebagai pihak yang berada di belakang kematian dua perwira polisi di Poso.
Dua polisi itu dinyatakan hilang sejak 8 oktober 2012, di Poso, Sulawesi Tengah. Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman kemudian ditemukan dalam keadaan tewas, pada Selasa 16 Oktober 2012.
Keduanya ditemukan tewas terkubur di lembah hitam, sekitar wilayah Dusun Tamanjeka dan Dusun Uweralulu, Kecamatan Poso Pesisir.
Tempat penemuan kuburan kedua anggota polisi itu, berjarak sekira tiga hingga empat kilomter dari Jalan Poros Trans Sulawesi, di Desa Lape.
Penemuan jenazah kedua anggota polisi itu, berawal dari penemuan sebuah helm di sekitar lokasi oleh personel TNI dari Kompi B Morowali Batalyon 714 Sintuwu Marosso Poso.
"Maksud kedatangan kita kemari, ingin melakukan silaturrahim. Kedua, kami ingin mengklarifikasi terkait pembunuhan di Poso. Kami ingin meminta klarifikasi dari pihak kepolisian," kata Amir JAT Wilayah Jakarta Nanang Ainur Rofiq, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Secara tegas ia membantah keterlibatan JAT di Poso. Kemudian, kepada pihak yang tidak bisa mempertanggungjawabkan pernyataannya tersebut, harus dicopot dari jabatannya.
"Kami membantah keterlibatan kami. Apabila mereka tidak bisa mempertanggungjawabkannya, maka kami minta pejabat tersebut dicopot dari jabatannya," tegasnya.
Sebelumnya diketahui, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman menuding JAT sebagai pihak yang berada di belakang kematian dua perwira polisi di Poso.
Dua polisi itu dinyatakan hilang sejak 8 oktober 2012, di Poso, Sulawesi Tengah. Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman kemudian ditemukan dalam keadaan tewas, pada Selasa 16 Oktober 2012.
Keduanya ditemukan tewas terkubur di lembah hitam, sekitar wilayah Dusun Tamanjeka dan Dusun Uweralulu, Kecamatan Poso Pesisir.
Tempat penemuan kuburan kedua anggota polisi itu, berjarak sekira tiga hingga empat kilomter dari Jalan Poros Trans Sulawesi, di Desa Lape.
Penemuan jenazah kedua anggota polisi itu, berawal dari penemuan sebuah helm di sekitar lokasi oleh personel TNI dari Kompi B Morowali Batalyon 714 Sintuwu Marosso Poso.
(maf)