JAT bantah terlibat pembunuhan 2 polisi di Poso
Kamis, 18 Oktober 2012 - 08:29 WIB
JAT bantah terlibat pembunuhan 2 polisi di Poso
A
A
A
Sindonews.com - Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) membantah keterlibatannya dalam aksi pembunuhan dua orang polisi yang menyisir lokasi pelatihan militer di Poso, Sulawesi Tengah.
Juru bicara JAT Son Hadi mengatakan, pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam tewasnya dua orang polisi, seperti yang disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman.
"Kita sama sekali tidak terlibat. Itu adalah kebohongan dari para aparat yang terus menjalankan skenario untuk mengkriminalisasi JAT," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini aparat keamanan memang tengah gencar membangun opini publik untuk memojokkan JAT, dengan terus menyebut organisasi pimpinan Abu Bakar Baasyir itu terlibat dalam berbagai aksi terorisme.
Padahal menurutnya, keterlibatan JAT dalam berbagai aksi terorisme tidak pernah terbukti di pengadilan. "Ini kan memang pesanan Amerika Serikat (AS) untuk terus memojokkan JAT. Padahal selama ini tidak pernah terbukti," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman mengatakan, tewasnya dua orang anggota kepolisian di Poso, diduga karena dieksekusi oleh kelompok JAT. Pasalnya, kelompok itu khawatir lokasi pelatihan militernya diketahui oleh pihak aparat keamanan.
"Mereka ini memang diduga JAT. Sementara dugaan seperti itu, beri kesempatan kepada kita untuk lakukan pendalaman. Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama akan segera terungkap," katanya.
Juru bicara JAT Son Hadi mengatakan, pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam tewasnya dua orang polisi, seperti yang disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman.
"Kita sama sekali tidak terlibat. Itu adalah kebohongan dari para aparat yang terus menjalankan skenario untuk mengkriminalisasi JAT," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini aparat keamanan memang tengah gencar membangun opini publik untuk memojokkan JAT, dengan terus menyebut organisasi pimpinan Abu Bakar Baasyir itu terlibat dalam berbagai aksi terorisme.
Padahal menurutnya, keterlibatan JAT dalam berbagai aksi terorisme tidak pernah terbukti di pengadilan. "Ini kan memang pesanan Amerika Serikat (AS) untuk terus memojokkan JAT. Padahal selama ini tidak pernah terbukti," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman mengatakan, tewasnya dua orang anggota kepolisian di Poso, diduga karena dieksekusi oleh kelompok JAT. Pasalnya, kelompok itu khawatir lokasi pelatihan militernya diketahui oleh pihak aparat keamanan.
"Mereka ini memang diduga JAT. Sementara dugaan seperti itu, beri kesempatan kepada kita untuk lakukan pendalaman. Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama akan segera terungkap," katanya.
(lil)