Polri dalami motif tewasnya 2 polisi
Rabu, 17 Oktober 2012 - 16:45 WIB
Polri dalami motif tewasnya 2 polisi
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masih mendalami motif tewasnya dua polisi dari Polres Poso, Sulawesi tengah, dan Polsek Pesisir.
"Kita masih telusuri (motif), pelakunya juga kan belum ketangkap. Kita masih lakukan penyelidikan untuk mengungkap ini," jelas Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Agus Rianto di Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Oleh karena itu, katanya, pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan atas peristiwa tewasnya dua anggota polisi tersebut.
"Kan kejadiannya baru kemarin (Selasa 16 Oktober 2012), masih terus kita dalami, masih terus kita perdalam. Sehingga belum bisa disimpulkan," katanya.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai keterlibatan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) atas tewasnya dua polisi yang diketahui bernama Brigadir Sudirman dan Briptu Andi Sapa, Polri juga belum dapat memastikan.
Namun, Mabes Polri memastikan dua anggotanya itu tewas di sarang teroris.
"Memang data yang ada lokasi tersebut salah satu dianggap lokasi latihan para pelaku tindak kriminalitas terkait teror, kita peroleh itu dari info beberapa tersangka yang kita tangkap. Kita olah terus info itu," tukasnya.
"Kita masih telusuri (motif), pelakunya juga kan belum ketangkap. Kita masih lakukan penyelidikan untuk mengungkap ini," jelas Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Agus Rianto di Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Oleh karena itu, katanya, pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan atas peristiwa tewasnya dua anggota polisi tersebut.
"Kan kejadiannya baru kemarin (Selasa 16 Oktober 2012), masih terus kita dalami, masih terus kita perdalam. Sehingga belum bisa disimpulkan," katanya.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai keterlibatan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) atas tewasnya dua polisi yang diketahui bernama Brigadir Sudirman dan Briptu Andi Sapa, Polri juga belum dapat memastikan.
Namun, Mabes Polri memastikan dua anggotanya itu tewas di sarang teroris.
"Memang data yang ada lokasi tersebut salah satu dianggap lokasi latihan para pelaku tindak kriminalitas terkait teror, kita peroleh itu dari info beberapa tersangka yang kita tangkap. Kita olah terus info itu," tukasnya.
(mhd)