Perbaiki citra, TNI harus gandeng media
Rabu, 17 Oktober 2012 - 16:15 WIB
Perbaiki citra, TNI harus gandeng media
A
A
A
Sindonews.com - Setelah melakukan tindakan represif yang dilakukan oknum TNI Angkatan Udara (AU) terhadap wartawan yang meliput pesawat jatuh di Pekanbaru, Riau.
Pengamat Sosial Budaya dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rachmawati menilai saatnya TNI memperbaiki citra dengan menggandeng media.
"Yang harus disadari, salah satu cara mendapatkan citra adalah melalui media. Nantinya perlu ada kesepahaman antara TNI dengan wartawan," kata Devie, Depok, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, perbaikan citra itu perlu dilakukan. selain itu, TNI tidak perlu takut dengan media. Karena, pada dasarnya diperlukan peranan media untuk membangun citra.
"Media tidak ingin mengeksploitasi tentang bencana yang terjadi, tetapi hanya ingin memberitahu publik tentang apa yang terjadi," tukasnya.
Dosen Vokasi UI itu menambahkan, untuk membangun citra ada dua pilihan yang dapat diambil. Pertama terbuka terhadap publik atau yang kedua sama sekali tertutup. Namun yang perlu diingat, kata Devie, cara tertutup sudah tidak ampuh untuk membangun citra.
"Untuk itu perlu disadari pentingnya pendidikan citra tetapi bukan citra yang palsu," tandasnya.
Pengamat Sosial Budaya dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rachmawati menilai saatnya TNI memperbaiki citra dengan menggandeng media.
"Yang harus disadari, salah satu cara mendapatkan citra adalah melalui media. Nantinya perlu ada kesepahaman antara TNI dengan wartawan," kata Devie, Depok, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, perbaikan citra itu perlu dilakukan. selain itu, TNI tidak perlu takut dengan media. Karena, pada dasarnya diperlukan peranan media untuk membangun citra.
"Media tidak ingin mengeksploitasi tentang bencana yang terjadi, tetapi hanya ingin memberitahu publik tentang apa yang terjadi," tukasnya.
Dosen Vokasi UI itu menambahkan, untuk membangun citra ada dua pilihan yang dapat diambil. Pertama terbuka terhadap publik atau yang kedua sama sekali tertutup. Namun yang perlu diingat, kata Devie, cara tertutup sudah tidak ampuh untuk membangun citra.
"Untuk itu perlu disadari pentingnya pendidikan citra tetapi bukan citra yang palsu," tandasnya.
(maf)