Ironi, gembong narkoba diadili pecandu
Rabu, 17 Oktober 2012 - 13:52 WIB
Ironi, gembong narkoba diadili pecandu
A
A
A
Sindonews.com - Tertangkapnya seorang hakim yang sedang pesta narkoba di klub malam menjadi tamparan keras bagi lembaga pengadilan. Wajar jika masyarakat menilai pengadilan akan sulit ambil keputusan kalau gembong atau kurir narkoba diadili oleh pecandu.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsy menilai wajar jika publik menghubungkan tertangkapnya hakim Pengadilan Negeri (PN) Bekasi yang mengkonsumsi sabu dengan putusan Mahkamah Agung (MA) membatalkan hukuman mati bagi gembong Narkoba.
"Sungguh ini akan menjadi ironi, masak kurir dan gembong narkoba diadili oleh pemakai atau pecandu, pastilah akan sulit untuk membuat keputusan yang imparsial," ujar Aboe Bakar di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Aboe menjelaskan, wajar pula jika saat ini publik sedang gundah karena pembebasan para gembong narkoba dari hukum dan mati oleh hakim MA. Ketika ada hakim yang juga ternyata pemakai, akhirnya mau tak mau publik menghubung-hubungkan dua persoalan ini.
"Suka tak suka akhirnya timbul spekulasi bahwa ada oknum hakim yang terpengaruh oleh barang haram tersebut, dan sangat mungkin ini berdampak pula pada putusan yang dibuat," ujarnya.
Anggota komisi III DPR ini mengaku kaget dengan informasi tertangkapnya oknum hakim yang sedang menggunakan narkoba bersama beberapa perempuan di tempat karaoke.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsy menilai wajar jika publik menghubungkan tertangkapnya hakim Pengadilan Negeri (PN) Bekasi yang mengkonsumsi sabu dengan putusan Mahkamah Agung (MA) membatalkan hukuman mati bagi gembong Narkoba.
"Sungguh ini akan menjadi ironi, masak kurir dan gembong narkoba diadili oleh pemakai atau pecandu, pastilah akan sulit untuk membuat keputusan yang imparsial," ujar Aboe Bakar di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Aboe menjelaskan, wajar pula jika saat ini publik sedang gundah karena pembebasan para gembong narkoba dari hukum dan mati oleh hakim MA. Ketika ada hakim yang juga ternyata pemakai, akhirnya mau tak mau publik menghubung-hubungkan dua persoalan ini.
"Suka tak suka akhirnya timbul spekulasi bahwa ada oknum hakim yang terpengaruh oleh barang haram tersebut, dan sangat mungkin ini berdampak pula pada putusan yang dibuat," ujarnya.
Anggota komisi III DPR ini mengaku kaget dengan informasi tertangkapnya oknum hakim yang sedang menggunakan narkoba bersama beberapa perempuan di tempat karaoke.
(ysw)