Aniaya wartawan, perburuk citra TNI
Rabu, 17 Oktober 2012 - 13:22 WIB
Aniaya wartawan, perburuk citra TNI
A
A
A
Sindonews.com - Tindak kekerasan yang dilakukan anggota TNI Angkatan Udara (AU) terhadap wartawan, terus menuai kritikan. Pasalnya, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan di hadapan siswa Sekolah Dasar (SD), apalagi saat melakukan peliputan.
"Sungguh ini adalah tontonan yang tak baik buat citra TNI, apalagi kalau masih dilegitimasi dengan alasan pengamanan karena khawatir ada ledakan," kata anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al-Habsy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, tindakan TNI tersebut telah melakukan tindakan menghalang-halangi kerja jurnalisme sebagai pemberi informasi publik. "Tindakan yang dilakukan oleh oknum TNI AU tersebut melanggar kebebasan pers," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Divisi Sosialisasi pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh menilai, tindakan kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum TNI AU seperti ini akan melahirkan imitasi budaya kekerasan bagi anak, di sisi lain akan melahirkan antipati terhadap TNI.
"Di saat kita berjuang terus untuk mencegah terjadinya kekerasan dan tawuran anak-anak. (Kini) anak-anak justru diberi sajian tontonan kekerasan di depan mata. Di sekolah, banyak anak yang bercita-cita jadi TNI karena heroisme, nasionalisme, kedisiplinan dan martabat luhur yang disandang institusi TNI, tapi secara paradoks anak-anak menyaksikan tindak kekerasan yang ditunjukan TNI," tegasnya.
"Sungguh ini adalah tontonan yang tak baik buat citra TNI, apalagi kalau masih dilegitimasi dengan alasan pengamanan karena khawatir ada ledakan," kata anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al-Habsy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, tindakan TNI tersebut telah melakukan tindakan menghalang-halangi kerja jurnalisme sebagai pemberi informasi publik. "Tindakan yang dilakukan oleh oknum TNI AU tersebut melanggar kebebasan pers," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Divisi Sosialisasi pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh menilai, tindakan kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum TNI AU seperti ini akan melahirkan imitasi budaya kekerasan bagi anak, di sisi lain akan melahirkan antipati terhadap TNI.
"Di saat kita berjuang terus untuk mencegah terjadinya kekerasan dan tawuran anak-anak. (Kini) anak-anak justru diberi sajian tontonan kekerasan di depan mata. Di sekolah, banyak anak yang bercita-cita jadi TNI karena heroisme, nasionalisme, kedisiplinan dan martabat luhur yang disandang institusi TNI, tapi secara paradoks anak-anak menyaksikan tindak kekerasan yang ditunjukan TNI," tegasnya.
(mhd)