Kebutaan belum jadi program prioritas nasional
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 11:27 WIB
Kebutaan belum jadi program prioritas nasional
A
A
A
Sindonews.com - Penyakit kebutaan ternyata bukan hanya sekadar menjadi masalah kesehatan, tetapi sebagai masalah sosial yang harus menjadi prioritas program nasional.
"Masalah kebutaan di Indonesia sudah tentu masalah sosial bukan kesehatan saja," kata Direktur Utama Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo Dr Hikmat Wangsaatmaja, di acara Pencanangan Pemberantasan Kebutaan di Indonesia di RSM Cicendo, Bandung, Jumat (12/10/2012).
Menurutnya, kebutaan merupakan masalah lama di Indonesia yang hingga kini belum terselesaikan. Padahal penyakit kebutaan terkait dengan produktivitas manusia, sehingga berpengaruh terhadap ekonomi.
"Sudah saatnya kebutaan jadi perhatian serius," ujarnya.
Dia mengakui, kebutaan di Indonesia masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Dia berharap, kebutaan segera menjadi program prioritas kesehatan nasional.
Namun, masalah kesehatan mata ini terkait erat dengan sosial yang berpengaruh terhadap ekonomi. Sehingga mengatasi kebutaan bukan hanya tugas Departemen Kesehatan, melainkan harus kerja sama dengan kementerian lain.
Dia mengungkapkan, kebutaan di Indonesia menempati urutan kedua di dunia. Jumlahnya 1,5 persen dari populasi penduduk di Indonesia atau 3,5 juta orang.
"Jadi asumsinya jika Singapura penduduknya 3,5 juta, jika ditukar dengan warga Indonesia yang buta, maka semuanya buta," katanya.
"Masalah kebutaan di Indonesia sudah tentu masalah sosial bukan kesehatan saja," kata Direktur Utama Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo Dr Hikmat Wangsaatmaja, di acara Pencanangan Pemberantasan Kebutaan di Indonesia di RSM Cicendo, Bandung, Jumat (12/10/2012).
Menurutnya, kebutaan merupakan masalah lama di Indonesia yang hingga kini belum terselesaikan. Padahal penyakit kebutaan terkait dengan produktivitas manusia, sehingga berpengaruh terhadap ekonomi.
"Sudah saatnya kebutaan jadi perhatian serius," ujarnya.
Dia mengakui, kebutaan di Indonesia masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Dia berharap, kebutaan segera menjadi program prioritas kesehatan nasional.
Namun, masalah kesehatan mata ini terkait erat dengan sosial yang berpengaruh terhadap ekonomi. Sehingga mengatasi kebutaan bukan hanya tugas Departemen Kesehatan, melainkan harus kerja sama dengan kementerian lain.
Dia mengungkapkan, kebutaan di Indonesia menempati urutan kedua di dunia. Jumlahnya 1,5 persen dari populasi penduduk di Indonesia atau 3,5 juta orang.
"Jadi asumsinya jika Singapura penduduknya 3,5 juta, jika ditukar dengan warga Indonesia yang buta, maka semuanya buta," katanya.
(rsa)