Letusan di Poso bukan dari revolver
Rabu, 10 Oktober 2012 - 15:11 WIB
Letusan di Poso bukan dari revolver
A
A
A
Sindonews.com - Polisi menduga letusan senjata api yang terdengar oleh warga di sekitar kompleks pertigaan Gereja Imanuel Taripa, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, bukan berasal dari senjata api jenis revolver.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, ledakan yang diduga berasal dari mobil mini bus berwarna biru itu bukan dari senjata api jenis revolver, seperti yang disebut selama ini.
"Itu bukan dari revolver asli. Yang seperti itu banyak di pasar gelap, ada yang buatan pabrik, dan ada juga yang rakitan," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2012).
Dia mengungkapkan, mobil mini bus berwarna biru tersebut langsung melaju ke arah Pendolo, setelah suara letusan itu terdengar. "Kita masih belum mendapatkan hasil fakta terkait sumber suara letusan itu. Namun, menurut saksi terjadi satu kali letusan," ujarnya.
Disinggung soal pengamanan menjelang peringatan 10 tahun insiden Bom Bali, dia menyebut jika pihaknya telah melakukan antisipasi dengan menerjunkan satuan intelijen Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Selain itu, sudah ada tim lain yang ditugaskan untuk melakukan pemantauan, dan mengantisipasi aksi terorisme. "Upaya penanganan sudah dilakukan juga oleh Polda Bali, juga ada tim di sana yang biasa menangani teror," tandasnya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, ledakan yang diduga berasal dari mobil mini bus berwarna biru itu bukan dari senjata api jenis revolver, seperti yang disebut selama ini.
"Itu bukan dari revolver asli. Yang seperti itu banyak di pasar gelap, ada yang buatan pabrik, dan ada juga yang rakitan," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2012).
Dia mengungkapkan, mobil mini bus berwarna biru tersebut langsung melaju ke arah Pendolo, setelah suara letusan itu terdengar. "Kita masih belum mendapatkan hasil fakta terkait sumber suara letusan itu. Namun, menurut saksi terjadi satu kali letusan," ujarnya.
Disinggung soal pengamanan menjelang peringatan 10 tahun insiden Bom Bali, dia menyebut jika pihaknya telah melakukan antisipasi dengan menerjunkan satuan intelijen Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Selain itu, sudah ada tim lain yang ditugaskan untuk melakukan pemantauan, dan mengantisipasi aksi terorisme. "Upaya penanganan sudah dilakukan juga oleh Polda Bali, juga ada tim di sana yang biasa menangani teror," tandasnya.
(lil)