KPK & Polri memanas, koruptor tertawa
Rabu, 10 Oktober 2012 - 07:01 WIB
KPK & Polri memanas, koruptor tertawa
A
A
A
Sindonews.com - Setelah mendapatkan arahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri harus segera mengakhiri konfliknya. Sebab, perseteruan lembaga negara itu telah membuat para koruptor tertawa.
Anggota Komisi III DPR RI Indra menyatakan, konflik KPK dan Polri diyakini membuat senang para koruptor. Karena itu, jangan sampai perteruan itu terus berlarut-larut. Keduanya harus segera mengakhiri.
"Konteks konflik atau disharmonisasi antara KPK dan Polri, sangat jelas yang tepuk tangan dan merasa diuntungkan adalah para koruptor dan para mafia," ujar Indra melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Rabu (10/10/2012).
Selanjutnya, setelah permasalahan itu selesai, khusus bagi KPK diimbau segera mengusut kasus-kasus besar, supaya publik merasa puas dengan kinerja KPK jilid III tersebut.
Sebab, sampai sekarang ini, publik masih menuggu keberanian KPK untuk mengusut sejumlah kasus besar yang diduga telah melibatkan banyak elit negara.
"Kita semua harus ingat sangat banyak PR kasus menunggu, kasus BLBI, Century, Hambalang, wisma atlet, PON, Simulator Sim, mafia Pajak," pungkasnya.
Anggota Komisi III DPR RI Indra menyatakan, konflik KPK dan Polri diyakini membuat senang para koruptor. Karena itu, jangan sampai perteruan itu terus berlarut-larut. Keduanya harus segera mengakhiri.
"Konteks konflik atau disharmonisasi antara KPK dan Polri, sangat jelas yang tepuk tangan dan merasa diuntungkan adalah para koruptor dan para mafia," ujar Indra melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Rabu (10/10/2012).
Selanjutnya, setelah permasalahan itu selesai, khusus bagi KPK diimbau segera mengusut kasus-kasus besar, supaya publik merasa puas dengan kinerja KPK jilid III tersebut.
Sebab, sampai sekarang ini, publik masih menuggu keberanian KPK untuk mengusut sejumlah kasus besar yang diduga telah melibatkan banyak elit negara.
"Kita semua harus ingat sangat banyak PR kasus menunggu, kasus BLBI, Century, Hambalang, wisma atlet, PON, Simulator Sim, mafia Pajak," pungkasnya.
(lns)