Tazqiatul bocah miskin penderita tumor hidung

Selasa, 09 Oktober 2012 - 18:00 WIB
Tazqiatul bocah miskin...
Tazqiatul bocah miskin penderita tumor hidung
A A A
Sindonews.com - Pasangan keluarga Mashuri dan Usmiyati, warga Dusun Posong, Desa Ngepanrejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, hanya bisa tertunduk lesu di amben (ranjang kayu) ruang tamu.

Di ruang tamu rumahnya yang tampak begitu sangat sederhana itu, Mashuri memulai pembicaraan perihal musibah yang menimpa keluarganya. Tazqiyatul Amaliyah, putrinya yang berusia satu tahun menderita tumor yang tumbuh di hidung.

"Sudah beberapa hari ini, Tazqiyatul sering menangis kalau merasakan sakitnya. Apalagi kalau malam hari," kata Mashuri, kepada SINDO, di Jawa Tengah, Selasa (9/10/2012).

Beberapa bulan lalu balita perempuan itu divonis oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Magelang menderita kanker di bagian hidung. Awalnya hanya terdapat benjolan kecil. Namum, benjolan yang dianggap biasa itu makin hari makin membesar.

"Sejak itu, anak kami sering menangis dan badannya panas," paparnya, dengan sesekali menunduk dan memegang kepalanya.

Usmiyati menambahkan, anaknya mengeluh saktit di sekitar kepala. Jika dibuat tidur justru sakit sehingga minta digendong terus.

"Badannya panas dan terlihat semakin lemas, tidak banyak gerak. Sepertinya merasakan sakit sekali," ujarnya.

Dia juga mengaku kaget dan syok setelah mendapat kabar, Tazqiyatul menderita tumor. Sebab, kebingungan bagaimana cara menyembuhkan penyakit tersebut.

"Kami ini orang miskin. Tidak tahu soal penyakit seperti itu. Kami hanya tahu harus mengeluarkan banyak uang untuk kesembuhannya," tuturnya.

Sementara itu, jalan satu-satunya untuk kesembuhan anaknya itu harus melalui operasi. Dari informasi yang didapatkan, Usmiyati mengatakan, biaya operasi mencapai Rp50 juta.

Itupun operasi pengangkatan tumor tidak bisa dilakukan di Magelang, karena keterbatasan alat yang dimiliki RSUD. Anaknya harus dibawa ke RSUP Sardjito Jogjakarta atau RSU Karyadi Semarang. Pilihan yang sama-sama sulit untuk dijalani.

Padahal, suaminya hanya seorang buruh tani yang menggarap sawah milik orang lain. Bahkan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja keluarga ini terkadang kurang.

"Uang sebanyak itu dari mana. Hidup kami pas-pasan. Selain itu, tidak ada barang yang pantas untuk dijual," ucapnya.

Kondisi rumah mereka sangat memperihatinkan. Mayoritas bangunannya terbuat dari bambu dan beralaskan tanah. Jika musim hujan, atapnya banyak yang bocor.

Di bagian ruang tamu saja tidak ada meja kursi seperti kebanyakan orang. Hanya ada amben (tempat tidur dari bambu) dengan alas karung warna putih. Barang yang terlihat bagus hanya sebuah televisi 14 inci yang ditaruh di bagian belakang. Itu pun sudah sering tidak keluar gambarnya.

Lebih mengenaskan lagi, keluarga ini tidak mengantongi kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) maupun Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), karena tidak terdaftar.

Usmiyati dan Mashuri pernah berupaya mendatangi kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Magelang untuk meminta jaminan sosial. Namun pengajuannya itu ditolak dengan sebab kekuranglengkapan adiministrasi.

Sejak saat itu, dia mencoba pengobatan alternatif di sejumlah tempat. Namun masih saja belum menemukan jodoh kesembuhannya. Ada berbagai tempat pengobatan alternatif lain yang ditunjukkan para tetangga.

"Tapi jauh kalau ke sana butuh biaya banyak juga," terangnya.

Kini tak ada yang ditunggu keluarga Tazqiatul Amaliyah selain pertolongan dari orang-orang yang peduli.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda Kabupaten Magelang Fahrul Authon mengatakan, seluruh anggota keluarga tersebut tidak terdaftar dalam Jamkesda. Namun dia berjanji akan mengupayakannya melalui bantuan lain.

"Kami akan upayakan melalui dana bantuan lain, semisal melalui bansos (bantuan sosial)," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Infografis
Syarat Penderita Diabetes...
Syarat Penderita Diabetes Diperbolehkan untuk Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved