Polri harus jalankan arahan SBY
Selasa, 09 Oktober 2012 - 12:41 WIB
Polri harus jalankan arahan SBY
A
A
A
Sindonews.com - Polri harus menjalankan perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sesuai dengan pidato yang disampaikan tadi malam. Dalam pidatonya, SBY menyampaikan sikapnya terkait kisruh KPK-Polri.
"Polri di bawah presiden tentu harus patuh terhadap yang disampaikan presiden," ujar Wakil Sekretaris Jendral (Sekjend) DPP Partai Demokrat (PD) Saan Mustofa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2012)
Salah satu yang perlu dipatuhi Polri adalah menyangkut upaya penangkapan terhadap penyidik KPK, yaitu Kompol Novel Baswedan, saat ini waktunya tidak tepat. Namun, diingatkan, sikap SBY ini bukan berarti SBY menyalahkan Polri.
"Presien bukan menyalahkan (polri), presiden sudah memberikan intruksi yang jelas," terangnya.
Namun, anggota Komisi III ini tidak mau berpsekulasi Kapolri Jendral Timur Pradopo masih layak atau tidak memimpin Institusi Polri. Pasalnya, dia berdalih kalau itu Presiden SBY yang lebih tahu. "Kalau layak atau tidak layak, presiden yang paling tau," katanya.
Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan, pengusutan dugaan kasus terhadap Kompol Novel Baswedan dinilai waktunya tidak tepat.
"Keingingan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap Kombes Novel Baswedan, saya pandang tidak tepat baik dari segi timing maupun caranya," ujar Prediden SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Senin 8 Oktober 2012 malam.
"Polri di bawah presiden tentu harus patuh terhadap yang disampaikan presiden," ujar Wakil Sekretaris Jendral (Sekjend) DPP Partai Demokrat (PD) Saan Mustofa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2012)
Salah satu yang perlu dipatuhi Polri adalah menyangkut upaya penangkapan terhadap penyidik KPK, yaitu Kompol Novel Baswedan, saat ini waktunya tidak tepat. Namun, diingatkan, sikap SBY ini bukan berarti SBY menyalahkan Polri.
"Presien bukan menyalahkan (polri), presiden sudah memberikan intruksi yang jelas," terangnya.
Namun, anggota Komisi III ini tidak mau berpsekulasi Kapolri Jendral Timur Pradopo masih layak atau tidak memimpin Institusi Polri. Pasalnya, dia berdalih kalau itu Presiden SBY yang lebih tahu. "Kalau layak atau tidak layak, presiden yang paling tau," katanya.
Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan, pengusutan dugaan kasus terhadap Kompol Novel Baswedan dinilai waktunya tidak tepat.
"Keingingan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap Kombes Novel Baswedan, saya pandang tidak tepat baik dari segi timing maupun caranya," ujar Prediden SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Senin 8 Oktober 2012 malam.
(mhd)