Kapolri harus beri sanksi terhadap bawahannya
Selasa, 09 Oktober 2012 - 08:54 WIB
Kapolri harus beri sanksi terhadap bawahannya
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai pengusutan dugaan kasus yang melibatkan penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan saat ini tidak tepat.
Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno menyatakan pidato Presiden SBY sangat jelas sikap Polri sangat tidak tepat, maka Kapolri Jendral Timur Pradopo harus berani memberikan sanksi pada bawahannya yang telah berupaya menjemput paksa Kompol Novel Baswedan.
"Itu sudah terang benderang, artinya Kapolri harus memberi sanksi kepada bawahannya termasuk yang memerintahkan aparat utk melakukan hal itu," ujar Teguh kepada Sindonews melalui pesan singkatnya, Selasa (9/10/2012).
pengusutan dugaan kasus yang melibatkan kompol Novel saat menangani kasus Simulator SIM yang telah menyeret Jendral bintang 2 Djoko Susilo memberikan kesan ada upaya kriminalisai terhadap penyidik KPK tersebut.
"Kesan kriminalisasi KPK tidak terhindarkan. Hal ini justru mencoreng citra polisi di mata publik," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden SBY menegaskan pengusutan dugaan kasus terhadap Kompol Novel Baswedan dinilai waktunya tidak tepat.
"Keingingan polri untuk melakukan proses hukum terhadap kombes novel baswedan saya pandang tidak tepat baik dari segi timing maupun caranya," ujar Presiden SBY dalam pidatonya di Istana Neagara, Senin 8 Oktober 2012 malam.
Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno menyatakan pidato Presiden SBY sangat jelas sikap Polri sangat tidak tepat, maka Kapolri Jendral Timur Pradopo harus berani memberikan sanksi pada bawahannya yang telah berupaya menjemput paksa Kompol Novel Baswedan.
"Itu sudah terang benderang, artinya Kapolri harus memberi sanksi kepada bawahannya termasuk yang memerintahkan aparat utk melakukan hal itu," ujar Teguh kepada Sindonews melalui pesan singkatnya, Selasa (9/10/2012).
pengusutan dugaan kasus yang melibatkan kompol Novel saat menangani kasus Simulator SIM yang telah menyeret Jendral bintang 2 Djoko Susilo memberikan kesan ada upaya kriminalisai terhadap penyidik KPK tersebut.
"Kesan kriminalisasi KPK tidak terhindarkan. Hal ini justru mencoreng citra polisi di mata publik," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden SBY menegaskan pengusutan dugaan kasus terhadap Kompol Novel Baswedan dinilai waktunya tidak tepat.
"Keingingan polri untuk melakukan proses hukum terhadap kombes novel baswedan saya pandang tidak tepat baik dari segi timing maupun caranya," ujar Presiden SBY dalam pidatonya di Istana Neagara, Senin 8 Oktober 2012 malam.
(azh)