Pidato SBY introspeksi bagi polisi
Selasa, 09 Oktober 2012 - 07:59 WIB
Pidato SBY introspeksi bagi polisi
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai upaya penangkapan terhadap penyidik KPK, kompol Novel Baswedan oleh polda Bengkulu dinilai waktunya tidak tepat, hal itu bisa jadi bahan introspeksi bagi pihak kepolisian.
"Ini jadi bahan introspeksi bagi kepolisian," ujar pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar kepada Sindonews, Selasa (9/10/2012).
Bambang menilai seharusnya polisi dalam mengambil tindakan harus lebih jeli lagi. "Waktunya tidak tepat, Polri harus lebih jeli," ujarnya.
Dalam penetapan tersangka, imbuh Bambang sangat tidak mudah harus dilengkapi dengan alat bukti yang cukup. Menurutnya terpenting jangan menimbulkan kesan ada kesewenang-wenangan terhadap bawahannya.
"Jangan ada kesan sewenang-wenang terhadap bawahannya, dan tidak perlu mencari kealahan anak buahnya," pungkas Bambang.
Sebelumnya, Presiden SBY menegaskan pengusutan dugaan kasus terhadap Kompol Novel Baswedan dinilai waktunya tidak tepat.
"Keingingan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap kombes novel baswedan saya pandang tidak tepat baik dari segi timing maupun caranya," ujar Prediden SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Senin 8 Oktober 2012 malam.
"Ini jadi bahan introspeksi bagi kepolisian," ujar pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar kepada Sindonews, Selasa (9/10/2012).
Bambang menilai seharusnya polisi dalam mengambil tindakan harus lebih jeli lagi. "Waktunya tidak tepat, Polri harus lebih jeli," ujarnya.
Dalam penetapan tersangka, imbuh Bambang sangat tidak mudah harus dilengkapi dengan alat bukti yang cukup. Menurutnya terpenting jangan menimbulkan kesan ada kesewenang-wenangan terhadap bawahannya.
"Jangan ada kesan sewenang-wenang terhadap bawahannya, dan tidak perlu mencari kealahan anak buahnya," pungkas Bambang.
Sebelumnya, Presiden SBY menegaskan pengusutan dugaan kasus terhadap Kompol Novel Baswedan dinilai waktunya tidak tepat.
"Keingingan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap kombes novel baswedan saya pandang tidak tepat baik dari segi timing maupun caranya," ujar Prediden SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Senin 8 Oktober 2012 malam.
(azh)