Mundur dari Polri, Nanan kalah dalam perang
Senin, 08 Oktober 2012 - 13:53 WIB
Mundur dari Polri, Nanan kalah dalam perang
A
A
A
Sindonews.com - Rencana mundurnya Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Polisi Nanan Sukarna dari Polri dinilai ganjil. Nanan diduga kalah perang dan tidak sanggup melepaskan institusi Polri dari skenario yang mengarahkan lembaga itu sebagai kerajaan terkorup.
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi mengatakan, sikap Nanan untuk mundur sebenarnya sudah tepat. Namun, hal itu justru menunjukkan kegagalan dia dalam membenahi intitusi Polri.
"Pilihan mundur itu sudah tepat, tapi kalau bisa melawan dulu. Pasti akan banyak masyarakat yang mendukung perlawanannya. Wacana adanya dua kubu dalam tubuh Polri memang sudah berlangsung lama," ujar Adhie saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Senin (8/10/2012).
Ditambahkan dia, hal yang bisa dilakukan Nanan untuk melawan adalah dengan mengumpulkan kekuatan dari para perwira menengah kepolisian. Dengan menggalang perlawanan perwira menengah itu, perjuangan Nanan akan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
"Lembaga Polri juga perlu diselamatkan. Ini semacam ada skenario untuk menggiring Polri menjadi istananya para koruptor, selain DPR. Kita lupa bahwa sumber korupsi terbesar yang sebenarnya adalah Istana Negara," terang Juru Bicara (Jubir) Presiden era KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto membenarkan, Wakapolri Komjen Polisi Nanan Sukarna akan meletakkan jabatannya demi mengikuti Pilgub Jabar.
"Beliau (Wakapolri) rencananya mau jadi Gubernur Jawa Barat. Kalau memang jadi, maka sesuai ketentuan terlebih dahulu harus mengundurkan diri," terang Agus dihubungi terpisah.
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi mengatakan, sikap Nanan untuk mundur sebenarnya sudah tepat. Namun, hal itu justru menunjukkan kegagalan dia dalam membenahi intitusi Polri.
"Pilihan mundur itu sudah tepat, tapi kalau bisa melawan dulu. Pasti akan banyak masyarakat yang mendukung perlawanannya. Wacana adanya dua kubu dalam tubuh Polri memang sudah berlangsung lama," ujar Adhie saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Senin (8/10/2012).
Ditambahkan dia, hal yang bisa dilakukan Nanan untuk melawan adalah dengan mengumpulkan kekuatan dari para perwira menengah kepolisian. Dengan menggalang perlawanan perwira menengah itu, perjuangan Nanan akan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
"Lembaga Polri juga perlu diselamatkan. Ini semacam ada skenario untuk menggiring Polri menjadi istananya para koruptor, selain DPR. Kita lupa bahwa sumber korupsi terbesar yang sebenarnya adalah Istana Negara," terang Juru Bicara (Jubir) Presiden era KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto membenarkan, Wakapolri Komjen Polisi Nanan Sukarna akan meletakkan jabatannya demi mengikuti Pilgub Jabar.
"Beliau (Wakapolri) rencananya mau jadi Gubernur Jawa Barat. Kalau memang jadi, maka sesuai ketentuan terlebih dahulu harus mengundurkan diri," terang Agus dihubungi terpisah.
(san)