Pengakuan rekan Kompol Novel palsu
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 00:59 WIB
Pengakuan rekan Kompol Novel palsu
A
A
A
Sindonews.com - Keluarga Kompol Novel Baswedan menduga penyidik Polri yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut telah dituduh dengan kesaksian palsu terkait insiden penembakan terhadap masyarakat sipil di Bengkulu.
Kakak Kompol Novel, Taufik Baswedan mengatakan, rekan Kompol Novel yang ada di Mabes Polri sengaja dipaksa untuk mengatakan Kompol Novel telah melakukan penembakan tersebut. Sehingga, pihak Polri bisa melakukan penjemputan paksa kepada dirinya.
"Banyak dari orang mabes yang dipaksa untuk mengatakan bahwa itu (penembakan terhadap masyarakat sipil) adalah perbuatan Novel," katanya kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/10/2012) malam.
Dia mengungkapkan, saat bekerja sebagai penyidik di KPK Kompol Novel juga sering kali mendapatkan ancaman dari berbagai pihak . Terlebih, saat dirinya ikut menangani dugaan korupsi pengadaan motor dan mobil di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
"Dia bilang, sejak dia menangani kasus simulator, ancaman jadi sering. Dia juga mengaku sering didatangi oleh orang tidak dikenal," ujarnya.
Bahkan menurutnya, Kompol Novel juga kerap difoto oleh pihak tidak dikenal, tanpa maksud dan tujuan yang jelas. "Rumahnya juga sering didatangi orang dan difoto foto," tandasnya.
Dari informasi yang dihimpun, Kompol Novel diketahui pernah bertugas di Polda Bengkulu pada 2004. Saat bertugas, Kompol Novel sempat menembak penjahat yang melarikan diri, dan peluru yang dilepaskannya salah sasaran mengenai warga sipil.
Kakak Kompol Novel, Taufik Baswedan mengatakan, rekan Kompol Novel yang ada di Mabes Polri sengaja dipaksa untuk mengatakan Kompol Novel telah melakukan penembakan tersebut. Sehingga, pihak Polri bisa melakukan penjemputan paksa kepada dirinya.
"Banyak dari orang mabes yang dipaksa untuk mengatakan bahwa itu (penembakan terhadap masyarakat sipil) adalah perbuatan Novel," katanya kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/10/2012) malam.
Dia mengungkapkan, saat bekerja sebagai penyidik di KPK Kompol Novel juga sering kali mendapatkan ancaman dari berbagai pihak . Terlebih, saat dirinya ikut menangani dugaan korupsi pengadaan motor dan mobil di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
"Dia bilang, sejak dia menangani kasus simulator, ancaman jadi sering. Dia juga mengaku sering didatangi oleh orang tidak dikenal," ujarnya.
Bahkan menurutnya, Kompol Novel juga kerap difoto oleh pihak tidak dikenal, tanpa maksud dan tujuan yang jelas. "Rumahnya juga sering didatangi orang dan difoto foto," tandasnya.
Dari informasi yang dihimpun, Kompol Novel diketahui pernah bertugas di Polda Bengkulu pada 2004. Saat bertugas, Kompol Novel sempat menembak penjahat yang melarikan diri, dan peluru yang dilepaskannya salah sasaran mengenai warga sipil.
(lil)