TNI AU terima 2 pesawat pengganti Fokker
Kamis, 04 Oktober 2012 - 11:52 WIB
TNI AU terima 2 pesawat pengganti Fokker
A
A
A
Sindonews.com - Dua dari sembilan unit pesawat angkut sedang C-295 resmi memperkuat TNI Angkatan Udara (AU). Sementara tujuh pesawat sisanya akan diserahterimakan paling lambat 2014 mendatang.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Mayjen TNI Hartind Asrin menuturkan, serah terima pesawat dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma dari PT Dirgantara Indonesia kepada Kementerian Pertahanan, yang selanjutnya diserahkan ke TNI Angkatan Udara.
"Pesawat hasil kerja sama Airbus Military Spanyol dengan PT DI ini akan memperkuat Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/10/2012).
Dia mengungkapkan, pesawat itu akan menggantikan pesawat Fokker-27 yang sudah dilarang terbang oleh pemerintah pascakecelakaan di Halim beberapa bulan lalu. C-295 sendiri, merupakan pesawat pengembangan dari tipe CN-235 yang juga telah dioperasikan di Skuadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) memesan sembilan unit C-295 pada 14 Februari 2012 lalu. Kontrak penandatanganan dilakukan saat kegiatan air show di Singapura.
"Dengan adanya kontrak pembelian sembilan pesawat oleh Kemhan ini telah memberikan multiplier effect yang sangat besar bagi perkembangan PT DI," kata Hartind.
Menurutnya, prosentase porsi pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT DI dalam pembuatan pesawat tersebut akan terus meningkat dari pesawat pertama hingga ke sembilan. "Tujuh unit dibuat Airbus Military, dua unit lainnya dibuat PT DI yang dimulai pesawat ke delapan dan selanjutnya," paparnya.
Selain itu, lanjut Hartind, nantinya sebagian besar komponen akan dibuat di PT DI, dan komponen yang dibuat di Spanyol maupun vendor items akan dikirim ke PT DI untuk diintegrasikan.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Mayjen TNI Hartind Asrin menuturkan, serah terima pesawat dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma dari PT Dirgantara Indonesia kepada Kementerian Pertahanan, yang selanjutnya diserahkan ke TNI Angkatan Udara.
"Pesawat hasil kerja sama Airbus Military Spanyol dengan PT DI ini akan memperkuat Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/10/2012).
Dia mengungkapkan, pesawat itu akan menggantikan pesawat Fokker-27 yang sudah dilarang terbang oleh pemerintah pascakecelakaan di Halim beberapa bulan lalu. C-295 sendiri, merupakan pesawat pengembangan dari tipe CN-235 yang juga telah dioperasikan di Skuadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) memesan sembilan unit C-295 pada 14 Februari 2012 lalu. Kontrak penandatanganan dilakukan saat kegiatan air show di Singapura.
"Dengan adanya kontrak pembelian sembilan pesawat oleh Kemhan ini telah memberikan multiplier effect yang sangat besar bagi perkembangan PT DI," kata Hartind.
Menurutnya, prosentase porsi pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT DI dalam pembuatan pesawat tersebut akan terus meningkat dari pesawat pertama hingga ke sembilan. "Tujuh unit dibuat Airbus Military, dua unit lainnya dibuat PT DI yang dimulai pesawat ke delapan dan selanjutnya," paparnya.
Selain itu, lanjut Hartind, nantinya sebagian besar komponen akan dibuat di PT DI, dan komponen yang dibuat di Spanyol maupun vendor items akan dikirim ke PT DI untuk diintegrasikan.
(lil)