Kasus simulator lebih bahaya dari Century
Rabu, 03 Oktober 2012 - 21:33 WIB
Kasus simulator lebih bahaya dari Century
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyatakan, kasus Simulator SIM lebih bahaya dari kasus Bank Century.
"Simulator itu nyawa taruhannya. Lebih sulit simulator SIM daripada kasus Century," kata Abraham, dalam kuliah umum di ITB, Bandung, Rabu (3/10/2012).
Kata dia, kasus Simulator SIM lebih sulit karena jika terbongkar berpotensi menimbulkan ancaman. "Saat penyelidikan Century tidak ada ancaman. Begitu Korlantas, senjata di hadapan kita," ujarnya.
Saat dikonfirmasi wartawan terkait ancaman senjata terhadap penyidik KPK dalam menangani kasus yang diduga melibatkan mantan Korlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo, menurut Abraham hal itu bisa ditafsirkan semua orang.
Namun, dia membantah jika ada ancaman langsung berupa penodongan senjata.
"Ya bukan begitu, polisi itu kan pegang senjata. Kan saya bilang begitu. KPK enggak pegang senjata. Jadi KPK dibandingkan kepolisian tidak ada apa-apanya. Karena KPK tidak punya senjata," terangnya.
"Simulator itu nyawa taruhannya. Lebih sulit simulator SIM daripada kasus Century," kata Abraham, dalam kuliah umum di ITB, Bandung, Rabu (3/10/2012).
Kata dia, kasus Simulator SIM lebih sulit karena jika terbongkar berpotensi menimbulkan ancaman. "Saat penyelidikan Century tidak ada ancaman. Begitu Korlantas, senjata di hadapan kita," ujarnya.
Saat dikonfirmasi wartawan terkait ancaman senjata terhadap penyidik KPK dalam menangani kasus yang diduga melibatkan mantan Korlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo, menurut Abraham hal itu bisa ditafsirkan semua orang.
Namun, dia membantah jika ada ancaman langsung berupa penodongan senjata.
"Ya bukan begitu, polisi itu kan pegang senjata. Kan saya bilang begitu. KPK enggak pegang senjata. Jadi KPK dibandingkan kepolisian tidak ada apa-apanya. Karena KPK tidak punya senjata," terangnya.
(rsa)