KPK incar penyidik dari ITB
Rabu, 03 Oktober 2012 - 19:05 WIB
KPK incar penyidik dari ITB
A
A
A
Sindonews.com - Dalam rangka mencari penyidik independen, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengajak mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berminat untuk bergabung menjadi penyidik independen KPK.
Menurutnya, saat ini KPK tengah berupaya merekrut penyidik secara internal, sehingga tidak tergantung kepada penyidik dari kejaksaan dan kepolisian.
"Siapa yang ingin daftar, gabung, dari ITB untuk memberantas korupsi, kita membuka pintu selebar-lebarnya," kata Abraham, usai mengisi kuliah umum di ITB, Bandung, Rabu (3/10/2012).
Menurutnya, mahasiswa ITB meskipun bergelut dengan ilmu eksak atau teknik, mereka tetap berpeluang menjadi penyidik.
Kata dia, penyidik tidak harus dari ilmu hukum. Jadi, penyidik KPK bisa dari berbagai disiplin ilmu, misalnya teknik, teknologi informatika, atau juga ekonomi dan lainnya.
"Kita akan rekrut penyidik dari berbagai disiplin ilmu. Ke depan kalau adik ITB mau mewakafkan diri sebagai penyidik, pintu KPK terbuka selebar-lebarnya," tambahnya.
Untuk proses rekruitmen dari perguruan tinggi menurutnya akan mulai dibuka dua tahun mendatang.
Dalam kuliah umum, Abraham juga menyebutkan KPK mengalami keterbatasan infrastruktur dan SDM yang tidak sekuat kepolisian dan kejaksaan.
Saat ini, pegawai di KPK hanya 700 orang, tenaga penyidiknya kurang dari 200 orang dari kepolisian dan kejaksaan. Sedangkan laporan kasus yang masuk perharinya mencapai 50 kasus.
"Untuk memberantas korupsi dari Sabang sampai Merauke, dengan jumlah 50 kasus per harinya, KPK perlu SDM yang banyak dan kuat," ujarnya.
KPK, juga sangat berharap dukungan rakyat dalam memberantas korupsi. Menurutnya, kekuatan rakyat adalah modal KPK.
"Tanpa dukungan masyarakat KPK tidak mungkin seorang diri memberantas korupsi yang makin masif di negeri ini," ujarnya.
Menurutnya, saat ini KPK tengah berupaya merekrut penyidik secara internal, sehingga tidak tergantung kepada penyidik dari kejaksaan dan kepolisian.
"Siapa yang ingin daftar, gabung, dari ITB untuk memberantas korupsi, kita membuka pintu selebar-lebarnya," kata Abraham, usai mengisi kuliah umum di ITB, Bandung, Rabu (3/10/2012).
Menurutnya, mahasiswa ITB meskipun bergelut dengan ilmu eksak atau teknik, mereka tetap berpeluang menjadi penyidik.
Kata dia, penyidik tidak harus dari ilmu hukum. Jadi, penyidik KPK bisa dari berbagai disiplin ilmu, misalnya teknik, teknologi informatika, atau juga ekonomi dan lainnya.
"Kita akan rekrut penyidik dari berbagai disiplin ilmu. Ke depan kalau adik ITB mau mewakafkan diri sebagai penyidik, pintu KPK terbuka selebar-lebarnya," tambahnya.
Untuk proses rekruitmen dari perguruan tinggi menurutnya akan mulai dibuka dua tahun mendatang.
Dalam kuliah umum, Abraham juga menyebutkan KPK mengalami keterbatasan infrastruktur dan SDM yang tidak sekuat kepolisian dan kejaksaan.
Saat ini, pegawai di KPK hanya 700 orang, tenaga penyidiknya kurang dari 200 orang dari kepolisian dan kejaksaan. Sedangkan laporan kasus yang masuk perharinya mencapai 50 kasus.
"Untuk memberantas korupsi dari Sabang sampai Merauke, dengan jumlah 50 kasus per harinya, KPK perlu SDM yang banyak dan kuat," ujarnya.
KPK, juga sangat berharap dukungan rakyat dalam memberantas korupsi. Menurutnya, kekuatan rakyat adalah modal KPK.
"Tanpa dukungan masyarakat KPK tidak mungkin seorang diri memberantas korupsi yang makin masif di negeri ini," ujarnya.
(rsa)