Demokrat bantah jegal Prabowo capres
Selasa, 02 Oktober 2012 - 17:58 WIB
Demokrat bantah jegal Prabowo capres
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan menyatakan, Undang-Undang (UU) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 tidak perlu direvisi.
Namun demikian, ditegaskan olehnya, bukan berarti untuk menjegal Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Enggak, kalau sekarang enggak ada yang dijegal, presidential threshold tetap 20 persen," tegas Pohan, saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Wakil Ketua Komisi I DPR itu menyarankan, partai politik (parpol) harus optimis bisa memperoleh suara maksimal. "Harus percaya diri, genjot partainya dong," ujarnya.
Untuk itu, UU Pilpres lebih baik menggunakan undang-undang yang sudah ada. "Kami melihat tidak perlu, masak setiap pilres harus ganti undang -undang," ucapnya.
Undang-undang pilres harus menasional, bukan untuk kepentingan salah satu calon presiden. Dirinya kembali menegaskan, Demokrat lebih setuju tidak ada revisi UU Pilpres.
"Jangan dilihat UU itu untuk kepentingan capres tertentu, 2019 ganti lagi kan lucu. Kita coba 20 persen saja," tandasnya.
Namun demikian, ditegaskan olehnya, bukan berarti untuk menjegal Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Enggak, kalau sekarang enggak ada yang dijegal, presidential threshold tetap 20 persen," tegas Pohan, saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Wakil Ketua Komisi I DPR itu menyarankan, partai politik (parpol) harus optimis bisa memperoleh suara maksimal. "Harus percaya diri, genjot partainya dong," ujarnya.
Untuk itu, UU Pilpres lebih baik menggunakan undang-undang yang sudah ada. "Kami melihat tidak perlu, masak setiap pilres harus ganti undang -undang," ucapnya.
Undang-undang pilres harus menasional, bukan untuk kepentingan salah satu calon presiden. Dirinya kembali menegaskan, Demokrat lebih setuju tidak ada revisi UU Pilpres.
"Jangan dilihat UU itu untuk kepentingan capres tertentu, 2019 ganti lagi kan lucu. Kita coba 20 persen saja," tandasnya.
(maf)