DPR mulai gunakan absen sidik jari
Selasa, 02 Oktober 2012 - 09:59 WIB
DPR mulai gunakan absen sidik jari
A
A
A
Sindonews.com - DPR mulai menggunakan absen rekam sidik jari untuk mendisiplinkan anggotanya mengikuti sidang paripurna kali ini. Absen dengan rekam sidik jari itu sendiri, merupakan respon DPR terhadap kritik banyaknya anggota DPR yang bolos mengikuti sejumlah rapat.
"Hari ini kita melakukan rekam sidik jari. Absen dengan rekam sidik jari ini juga akan diberlakukan pada sidang berikutnya November mendatang," kata Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR M Prakosa saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Prakosa mengatakan, pengambilan rekam sidik jari akan dilakukan sesaat sebelum sidang paripurna dimulai, untuk memastikan kehadiran para anggota dewan. "Ya nanti akan dilakukan sebelum paripurna dimulai. Jadi, saat anggota mau masuk," ujarnya.
Menurutnya, DPR menyediakan setidaknya 14 mesin absen dengan rekam sidik jari, yang diletakkan di setiap pintu ruang sidang pari purna DPR. "Ada 14 alat yang kita pasang, semua di pasang di dalam ruangan. Tapi yang dua digunakan cadangan," tandasnya.
Dari pantauan di lapangan diketahui, alat absen dengan rekam sidik jari tersebut justru tetap dioperasikan oleh seorang staf Sekretariat Jenderal DPR. petugas itu mengarahkan para anggota DPR yang telah dikelompokkan berdasarkan fraksinya, untuk mengambil rekam sidik jarinya.
"Hari ini kita melakukan rekam sidik jari. Absen dengan rekam sidik jari ini juga akan diberlakukan pada sidang berikutnya November mendatang," kata Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR M Prakosa saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Prakosa mengatakan, pengambilan rekam sidik jari akan dilakukan sesaat sebelum sidang paripurna dimulai, untuk memastikan kehadiran para anggota dewan. "Ya nanti akan dilakukan sebelum paripurna dimulai. Jadi, saat anggota mau masuk," ujarnya.
Menurutnya, DPR menyediakan setidaknya 14 mesin absen dengan rekam sidik jari, yang diletakkan di setiap pintu ruang sidang pari purna DPR. "Ada 14 alat yang kita pasang, semua di pasang di dalam ruangan. Tapi yang dua digunakan cadangan," tandasnya.
Dari pantauan di lapangan diketahui, alat absen dengan rekam sidik jari tersebut justru tetap dioperasikan oleh seorang staf Sekretariat Jenderal DPR. petugas itu mengarahkan para anggota DPR yang telah dikelompokkan berdasarkan fraksinya, untuk mengambil rekam sidik jarinya.
(lil)