KPK: Kami tak akan mundur!
Senin, 01 Oktober 2012 - 21:21 WIB
KPK: Kami tak akan mundur!
A
A
A
Sindonews.com - Terkait sengketa antara KPK dan Polri dalam penanganan kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM di Korlantas Polri, Ketua Komisi Pemberantasan KOrupsi (KPK) Abraham Samad menegaskan dirinya tidak akan mundur.
Bahkan, Abraham menolak untuk merelakan kasus tersebut untuk ditangani Polri.
"Kami bukan hanya sekadar tidak mengalah, tapi kami tidak akan mundur selangkah pun," tegas Abraham kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012).
Abraham juga mengatakan, sampai hari ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk meloloskan permintaannya tersebut.
Pasalnya, Abraham tetap mempunyai pandangan, bahwa kewenangan penanganan penyidikan ini adalah sepenuhnya kekuasaan dari lembaga superbody tersebut.
"Kita terus menjalin komunikasi dan koordinasi, tapi KPK dalam hal ini tetap berpegang pada aturan-aturan yang ada. Bahwa tersangka yang sudah ditetapkan KPK, itulah yang dijadikan rujukan," jelasnya.
Sementara, terkait hasil dari koordinasi tersebut, Abraham mengakui, pihaknya masih menemui jalan buntu dan belum adanya kesepakatan maupun kesepahaman dengan Polri mengenai kasus tersebut.
"Belum ada titik tengah," tandasnya.
Bahkan, Abraham menolak untuk merelakan kasus tersebut untuk ditangani Polri.
"Kami bukan hanya sekadar tidak mengalah, tapi kami tidak akan mundur selangkah pun," tegas Abraham kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012).
Abraham juga mengatakan, sampai hari ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk meloloskan permintaannya tersebut.
Pasalnya, Abraham tetap mempunyai pandangan, bahwa kewenangan penanganan penyidikan ini adalah sepenuhnya kekuasaan dari lembaga superbody tersebut.
"Kita terus menjalin komunikasi dan koordinasi, tapi KPK dalam hal ini tetap berpegang pada aturan-aturan yang ada. Bahwa tersangka yang sudah ditetapkan KPK, itulah yang dijadikan rujukan," jelasnya.
Sementara, terkait hasil dari koordinasi tersebut, Abraham mengakui, pihaknya masih menemui jalan buntu dan belum adanya kesepakatan maupun kesepahaman dengan Polri mengenai kasus tersebut.
"Belum ada titik tengah," tandasnya.
(maf)