Lagu pribadi SBY salah tempat
Senin, 01 Oktober 2012 - 15:07 WIB
Lagu pribadi SBY salah tempat
A
A
A
Sindonews.com - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ikut mengkritik lagu ciptaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dikumandangkan saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan, sangat tidak wajar lagu berjudul Ku Yakin Sampai di sana dijadikan lagu pembuka upacara kenegaraan.
"Sangat tidak wajar. Seharusnya ikuti saja peraturan yang ada, jangan ditambahkan lagu perorangan," ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat ini di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Lagu-lagu kebangsaan salah satunya Indonesia Raya seharusnya yang dinyanyikan karena merupakan lagu nasional. Lagu-lagu itu juga labih bermanfaat untuk menggugah semangat dalam berbangsa dan bernegara.
"Kalau dengan lagu pribadi tidak pada tempatnya," kritiknya.
Dalam sebuah upacara kenegaraan, biasanya sudah ada keputusan resmi terkait jadwal dan susunan acaranya, sehingga lagu pribadi mestinya tidak perlu dimasukkan ke agenda tersebut.
"Walapun ada SK-nya jangan melawan undang-undang dong," pungkasnya.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan, sangat tidak wajar lagu berjudul Ku Yakin Sampai di sana dijadikan lagu pembuka upacara kenegaraan.
"Sangat tidak wajar. Seharusnya ikuti saja peraturan yang ada, jangan ditambahkan lagu perorangan," ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat ini di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Lagu-lagu kebangsaan salah satunya Indonesia Raya seharusnya yang dinyanyikan karena merupakan lagu nasional. Lagu-lagu itu juga labih bermanfaat untuk menggugah semangat dalam berbangsa dan bernegara.
"Kalau dengan lagu pribadi tidak pada tempatnya," kritiknya.
Dalam sebuah upacara kenegaraan, biasanya sudah ada keputusan resmi terkait jadwal dan susunan acaranya, sehingga lagu pribadi mestinya tidak perlu dimasukkan ke agenda tersebut.
"Walapun ada SK-nya jangan melawan undang-undang dong," pungkasnya.
(lns)