Tidak ada suara Atang di rekaman KPK
Kamis, 27 September 2012 - 16:25 WIB
Tidak ada suara Atang di rekaman KPK
A
A
A
Sindonews.com - Tidak ada suara Manajer Bogor Nirwana Residen Atang Wiharna dalam rekaman percakapan tersangka kasus pengurusan anggaran pengadaan Alquran, dan IT laboratorium di Kementerian Agama (Kemenag) Dendy Prasetya.
Kuasa hukum Dendy Prasetya, Erman Umar mengatakan, dalam rekaman percakapan yang dimiliki KPK hanya terdengar suara dari Fahd el Fouz, Kadir, dan Fasco.
"Oh, enggak ada (nama Atang). Kalau Atang enggak ada, yang ada tadi itu Fahd, kemudian Kadir, kemudian nama-nama itu ada yang jelas Fasco. Tiga nama itu yang saya ingat," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Dia mengungkapkan, tidak ada percakapan yang spesifik membahas mengenai tender di Kemenag dalam rekaman percakapan yang dimiliki KPK. "Pembicaraan tidak spesifik menyebut masalah tender. Cuma hanya mengarah itu, (Dendy) hanya mengatakan 'bagaimana', 'alhamdulillah', 'mudah-mudahan'," ujarnya.
Dendy sendiri keluar dari kantor KPK sekira pukul 13.31 WIB, dengan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru, dan kaki kanan yang digips dan mengenakan tongkat.
Sebelumnya, Erman juga menyebut jika KPK mengambil contoh suara Dendy Prasetya untuk dicocokkan dengan rekaman pembicaraan yang dimiliki KPK. pengambilan contoh suara itu hanya untuk memastikan siapa yang ada di dalam rekaman pembicaraan milik KPK.
Kuasa hukum Dendy Prasetya, Erman Umar mengatakan, dalam rekaman percakapan yang dimiliki KPK hanya terdengar suara dari Fahd el Fouz, Kadir, dan Fasco.
"Oh, enggak ada (nama Atang). Kalau Atang enggak ada, yang ada tadi itu Fahd, kemudian Kadir, kemudian nama-nama itu ada yang jelas Fasco. Tiga nama itu yang saya ingat," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Dia mengungkapkan, tidak ada percakapan yang spesifik membahas mengenai tender di Kemenag dalam rekaman percakapan yang dimiliki KPK. "Pembicaraan tidak spesifik menyebut masalah tender. Cuma hanya mengarah itu, (Dendy) hanya mengatakan 'bagaimana', 'alhamdulillah', 'mudah-mudahan'," ujarnya.
Dendy sendiri keluar dari kantor KPK sekira pukul 13.31 WIB, dengan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru, dan kaki kanan yang digips dan mengenakan tongkat.
Sebelumnya, Erman juga menyebut jika KPK mengambil contoh suara Dendy Prasetya untuk dicocokkan dengan rekaman pembicaraan yang dimiliki KPK. pengambilan contoh suara itu hanya untuk memastikan siapa yang ada di dalam rekaman pembicaraan milik KPK.
(lil)