KNKT harus selidiki penyebab tabrakan KMP Bahuga Jaya
Kamis, 27 September 2012 - 14:14 WIB
KNKT harus selidiki penyebab tabrakan KMP Bahuga Jaya
A
A
A
Sindonews.com - Komisi V DPR mendesak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan penyelidikan terhadap insiden tabrakan kapal KMP Bahuga Jaya dengan kapal tanker Norgas Cathinka di perairan Selat Sunda.
Anggota Komisi V DPR Saleh Husein mengatakan, penyelidikan dalam insiden yang mengakibatkan delapan korban jiwa itu harus dilakukan, untuk mengetahui siapa saja yang harus bertanggung jawab. Selain itu, penyelidikan tersebut juga perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab utama tabrakan dua kapal itu.
"Perlu diselidiki agar bisa diketahui pihak yang bertanggung jawab. Pihak KNKT harus segera investigasi siapa sebenarnya yang bersalah," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Dia mengungkapkan, banyak kejanggalan dalam insiden tersebut, karena terjadi di wilayah perairan yang cukup luas dan memiliki rute tersendiri. "Karenanya harus diselidiki kesalahannya dimana? Apakah nahkodanya lagi tidur atau apa?" ujarnya.
Sekretaris Fraksi Partai Hanura itu juga menyebutkan, tiket yang tidak sesuai dengan identitas penumpang juga menjadi salah satu hal yang harus diselidiki KNKT. Pasalnya, dirinya menemui penumpang yang mengatakan namanya berbeda dengan nama yang tertera di tiketnya.
"Ini menunjukkan ada pengawasan yang begitu lemah. Ini hal sepele, namun bisa mengakibatkan fatal," tandasnya.
Anggota Komisi V DPR Saleh Husein mengatakan, penyelidikan dalam insiden yang mengakibatkan delapan korban jiwa itu harus dilakukan, untuk mengetahui siapa saja yang harus bertanggung jawab. Selain itu, penyelidikan tersebut juga perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab utama tabrakan dua kapal itu.
"Perlu diselidiki agar bisa diketahui pihak yang bertanggung jawab. Pihak KNKT harus segera investigasi siapa sebenarnya yang bersalah," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Dia mengungkapkan, banyak kejanggalan dalam insiden tersebut, karena terjadi di wilayah perairan yang cukup luas dan memiliki rute tersendiri. "Karenanya harus diselidiki kesalahannya dimana? Apakah nahkodanya lagi tidur atau apa?" ujarnya.
Sekretaris Fraksi Partai Hanura itu juga menyebutkan, tiket yang tidak sesuai dengan identitas penumpang juga menjadi salah satu hal yang harus diselidiki KNKT. Pasalnya, dirinya menemui penumpang yang mengatakan namanya berbeda dengan nama yang tertera di tiketnya.
"Ini menunjukkan ada pengawasan yang begitu lemah. Ini hal sepele, namun bisa mengakibatkan fatal," tandasnya.
(lil)