Intai KPK, intel polri nyamar wartawan

Selasa, 25 September 2012 - 23:59 WIB
Intai KPK, intel polri...
Intai KPK, intel polri nyamar wartawan
A A A
Sindonews.com - Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lagi aman. Hampir setiap sudut ruang dalam gedung itu, diawasi oleh mata-mata polisi. Termasuk diantaranya adalah ruang wartawan. Ruangan ini merupakan tempat bertukarnya informasi, sebelum disebarkan ke tengah masyarakat.

Seperti yang terjadi hari ini misalkan. Di tengah kerumunan wartawan, terdapat sosok mata-mata yang menyamar sebagai wartawan surat kabar Indopos. Intelijen polri itu, tengah mengamati dan merekam semua aktivitas wartawan yang saling bertukar informasi mengenai berita yang akan disiarkan.

Terbongkarnya mata-mata polisi ini, berawal ketika salah seorang wartawan dari salah satu televisi swasta menaruh curiga dengan seorang pria yang mengenakan jaket berwarna coklat. Pria muda berbadan tegap tersebut, duduk berbaur dengan para wartawan lainnya. Karena terlihat mencurigakan, wartawan televisi itu langsung menegur pria berjaket coklat itu.

"Maaf Mas, Anda wartawan dari mana ya? Soalnya saya belum pernah lihat anda?" kata wartawan itu kepada si pria berjaket cokelat, di ruang wartawan, Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Merasa tertangkap basah, pria itu lantas mengaku sebagai wartawan di surat kabar Indopos. Untuk meyakinkan seluruh wartawan yang ada di ruangan itu, pria berjaket cokelat itu memperlihatkan kartu identitas wartawannya.

Ternyata, surat kabar yang dia klaim tempatnya bekerja, juga ada di sana dan tidak kenal dengannya. Lalu wartawan itu menyambar dan menegur pria berjaket cokelat. "Dari Indopos? Kok enggak pernah lihat?" katanya penuh selidik.

Keringat basah langsung membasahi wajah pria itu. Dengan sedikit gugup, pria berjaket cokelat itu menjawab kalau dirinya adalah anak baru yang biasa meliput berita hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). "Biasa ngepos di MK, saya masih baru," tukasnya.

Merasa penyamarannya terbongkar, mata-mata polisi itu langsung keluar dari ruang wartawan di Gedung KPK. Begitu dia keluar, wartawan yang ada di ruangan itu langsung mengejar dan kembali mencecar pria tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan.

Akhirnya mata-mata itu mengaku, kalau dia bekerja sebagai itelijen. Kemudian, dia kemudian merangkul wartawan televisi yang memergokinya dan berjalan menjauhi kerumunan wartawan. Dengan terus terang, mata-mata polisi ini mengaku sebagai utusan Mabes Polri.

"Tolong Mas, saya inikan tugas. Saya ditugasin untuk nge-pam (mengamankan)," terang mata-mata itu seperti ditirukan wartawan televisi.

Setelah itu, intel Mabes Polri tersebut kemudian pergi meninggalkan gedung KPK. Belum diketahui, maksud Mabes Polri mengirimkan mata-mata mengawasi aktivitas di Gedung KPK. Namun diduga kuat, kegiatan memata-matai itu untuk mencari informasi terkini tentang isu yang bergulir di KPK.
(san)
Berita Terkait
Perkara Simulator SIM...
Perkara Simulator SIM Korlantas Polri, KPK Sita 2 Rumah Rp85 Miliar
Korlantas Polri Mulai...
Korlantas Polri Mulai Petakan Jalur Mudik dari Jakarta-Surabaya
Layanan SIM, STNK dan...
Layanan SIM, STNK dan BPKB Kembali Dibuka Jelang New Normal
Profil Brigjen Pol Agus...
Profil Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Teman Seangkatan Kapolri yang Jadi Kakorlantas Polri
Implementasi Roadmap...
Implementasi Roadmap Era Digital Ditregident Korlantas Polri
Dirkamsel Korlantas...
Dirkamsel Korlantas Polri: Korban Lakalantas Tragedi Sia-sia
Berita Terkini
Komisi I Ingatkan Pemerintah...
Komisi I Ingatkan Pemerintah Hati-hati Jadikan Bandara Kertajati sebagai Bengkel Pesawat Hercules
Jazuli Juwaini Ajak...
Jazuli Juwaini Ajak Umat Maknai Haji dan Kurban sebagai Penguatan Spiritual dan Sosial
GKSR Bakal Buka Komunikasi...
GKSR Bakal Buka Komunikasi ke Pimpinan DPR dan Pemerintah soal RUU Pemilu
Bicara Ambang Batas...
Bicara Ambang Batas Parlemen, Waketum Perindo: Jangan Sampai Suara Terbuang Sia-sia!
Isu Bandara Kertajati...
Isu Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer Amerika, Kemhan: Belum Ada Putusan Final
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved