TNI tingkatkan kemampuan menembak penjaga keamanan
Rabu, 19 September 2012 - 15:29 WIB
TNI tingkatkan kemampuan menembak penjaga keamanan
A
A
A
Sindonews.com – TNI terus mematangkan kesiapan pasukannya yang akan dikirimkan dalam misi pasukan penjaga perdamaian PBB di Kongo. Sebanyak 175 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni (Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-J/MONUSCO melakukan latihan menembak dengan berbagai senjata.
Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-J/Monusco Mayor Czi Irfan Siddiq mengatakan, latihan pra tugas yang berlangsung di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul, Bogor, tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menembak dari personelnya.
"Ini untuk membekali kemampuan prajurit Satgas Kizi TNI dalam menghadapi penugasan yang akan dijalani," katanya kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/9/2012).
Dia mengungkapkan, latihan itu sangat penting dilakukan, mengingat daerah tujuan misi adalah negara rawan konflik yang juga bisa mengancam keselamatan para penjaga kedamaian.
"Walaupun demikian, penggunaan senjata oleh peacekeepers (penjaga keamanan) akan diminimalisir, dan lebih mengedepankan pendekatan personel maupun kemanusiaan yang telah dikenal oleh prajurit TNI sebagai pembinaan teritorial," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, di samping materi menembak, para prajurit juga mendapatkan pembekalan meliputi materi konstruksi jalan, bangunan, dan lapangan terbang, serta berbagai materi yang sudah menjadi standar bagi pasukan pemelihara perdamaian PBB.
Perwira Penerangan Konga XX-J/Monusco Mayor Chb Hendro mengatakan, Satgas Kizi TNI Konga XX-J/Monusco akan bertugas menggantikan Satgas Kizi TNI Konga XX-I/Monusco yang akan berakhir masa tugasnya di Kongo pada Desember 2012 mendatang.
Seperti diketahui, pasukan penjaga perdamaian TNI yang bertugas di Kongo nantinya akan diperkuat dengan Satgas Helikopter. PBB memberikan kepercayaan ini untuk menggantikan Satgas Helikopter sebelumnya yang dipegang pasukan dari India.
Terkait rencana penempatan Satgas Helly tersebut, tim Recce Satgas Helly dari TNI telah melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat 10 Agustus 2012 lalu. Satgas Helly itu rencananya akan bergabung dengan Konga XX-I/MONUSCO atau juga dikenal Indonesian Engineering Company yang terlebih dahulu telah melaksanakan tugas di Kongo.
Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-J/Monusco Mayor Czi Irfan Siddiq mengatakan, latihan pra tugas yang berlangsung di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul, Bogor, tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menembak dari personelnya.
"Ini untuk membekali kemampuan prajurit Satgas Kizi TNI dalam menghadapi penugasan yang akan dijalani," katanya kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/9/2012).
Dia mengungkapkan, latihan itu sangat penting dilakukan, mengingat daerah tujuan misi adalah negara rawan konflik yang juga bisa mengancam keselamatan para penjaga kedamaian.
"Walaupun demikian, penggunaan senjata oleh peacekeepers (penjaga keamanan) akan diminimalisir, dan lebih mengedepankan pendekatan personel maupun kemanusiaan yang telah dikenal oleh prajurit TNI sebagai pembinaan teritorial," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, di samping materi menembak, para prajurit juga mendapatkan pembekalan meliputi materi konstruksi jalan, bangunan, dan lapangan terbang, serta berbagai materi yang sudah menjadi standar bagi pasukan pemelihara perdamaian PBB.
Perwira Penerangan Konga XX-J/Monusco Mayor Chb Hendro mengatakan, Satgas Kizi TNI Konga XX-J/Monusco akan bertugas menggantikan Satgas Kizi TNI Konga XX-I/Monusco yang akan berakhir masa tugasnya di Kongo pada Desember 2012 mendatang.
Seperti diketahui, pasukan penjaga perdamaian TNI yang bertugas di Kongo nantinya akan diperkuat dengan Satgas Helikopter. PBB memberikan kepercayaan ini untuk menggantikan Satgas Helikopter sebelumnya yang dipegang pasukan dari India.
Terkait rencana penempatan Satgas Helly tersebut, tim Recce Satgas Helly dari TNI telah melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat 10 Agustus 2012 lalu. Satgas Helly itu rencananya akan bergabung dengan Konga XX-I/MONUSCO atau juga dikenal Indonesian Engineering Company yang terlebih dahulu telah melaksanakan tugas di Kongo.
(lil)