Polri diduga telah 'bekali' penyidik barunya

Selasa, 18 September 2012 - 05:04 WIB
Polri diduga telah bekali...
Polri diduga telah 'bekali' penyidik barunya
A A A
Sindonews.com - Pergantian penyidik Polri yang diperbantukan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai dimanfaatkan untuk mengganti penyidik yang menangani dugaan korupsi di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dengan penyidik yang telah diberikan arahan khusus oleh Mabes Polri.

Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, kemungkinan ada arahan khusus dari Mabes Polri kepada penyidik yang disiapkan untuk mengisi KPK sangat mungkin terjadi. Pasalnya, saat ini KPK tengah gencar mengusut dugaan korupsi di Korlantas Polri, dan telah menjerat beberapa perwiranya sebagai tersangka.

"Jadi bisa saja penyidik baru nanti sudah 'dibekali' oleh Mabes Polri dalam menangani kasus dugaan korupsi di Korlantas. Yang pasti, mau terkait atau tidak, penarikan penyidik itu jelas mengganggu," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (18/9/2012).

Sebelumnya, Bambang juga menyebut apa yang dilakukan Polri saat ini telah bertentangan dengan komitmen Presiden SBY yang selalu menyatakan ada di depan dalam pemberantasan korupsi. Untuk itu, SBY harus menegur, bahkan memberhentikan Kapolri saat ini.

"Dalam masalah ini, presiden harus segera turun tangan. Dia harus menegur keras Kapolri, Kalau perlu Kapolri dicopot saja. Karena penarikan 20 orang penyidik jelas-jelas bertentangan dengan tekad presiden dalam memberantas korupsi," jelasnya.

Dosen Universitas Indonesia itu mengungkapkan, apa yang dilakukan Polri kali ini bisa berdampak langsung kepada citra Presiden SBY dalam memberantas korupsi. Karena, persoalan yang terjadi antara KPK dengan Polri menunjukkan tidak konsistennya presiden dengan janjinya sebagai orang terdepan dalam pemberantasan korupsi.

"Berlarutnya persoalan antara KPK dengan Polri menunjukkan tekad pemberantasan korupsi di Indonesia masih meragukan. Kapolri selalu berubah dalam melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia, termasuk dengan peristiwa penarikan para penyidik ini. Presiden nantinya juga dianggap tidak konsisten dengan pemberantasan korupsi," tandasnya.
(lil)
Berita Terkait
Profil Aryanto Sutadi,...
Profil Aryanto Sutadi, Purnawirawan Polri yang Sempat Maju Capim KPK
Polri Rekomendasikan...
Polri Rekomendasikan 4 Pati Seleksi Capim dan Dewas KPK
Pernyataan Lengkap Brigjen...
Pernyataan Lengkap Brigjen Endar Priantoro Usai Dicopot dari Direktur Penyelidikan KPK
Polri Siapkan Posisi...
Polri Siapkan Posisi untuk 57 Mantan Pegawai KPK
Firli Bahuri Lantik...
Firli Bahuri Lantik 2 Deputi KPK, Salah Satunya Jenderal Polisi
9 Kapolda Setahun Lebih...
9 Kapolda Setahun Lebih Menjabat, Ada Eks Deputi Penindakan KPK hingga Mantan Ajudan Jokowi
Berita Terkini
DPR Usul Kemenhaj Bentuk...
DPR Usul Kemenhaj Bentuk BLU untuk Kelola Asrama Haji
Diduga Langgar Etik,...
Diduga Langgar Etik, Ketua KPU RI Dilaporkan ke DKPP Terkait Pembiaran Dokumen Ijazah Jokowi
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Penyidikan Kasus Bupati...
Penyidikan Kasus Bupati Rejang Lebong Meluas ke Bengkulu, Ini Alasan KPK
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Minta Maaf ke Presiden,...
Minta Maaf ke Presiden, Febrie Adriansyah Akan Buktikan Kebenaran Sesuai Fakta Hukum
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved