NasDem tidak didominasi kaum tua
Jum'at, 14 September 2012 - 20:39 WIB
NasDem tidak didominasi kaum tua
A
A
A
Sindonews.com - Jajaran teras elit partai politik (parpol) masih didominasi politikus lama yang disebut kelompok tua. Hal ini menunjukkan, sulitnya politikus muda yang memiliki sejumlah ide dan kreativitas untuk meraih posisi teras tersebut.
Sekretaris Majelis Nasional Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jeffrie Geovanie mengatakan, masih adanya dominasi politikus lama di jajaran parpol menyebabkan lambatnya proses regenerasi di internal partai tersebut.
"Persoalan paling krusial mengenai kepemimpinan yang terhambat diakibatkan tersanderanya oleh elit tua dan termasuk kartel oligarkis yang solid dan susah meregenerasi," ujar Jeffrie dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/9/2012).
Kecilnya, peluang yang disediakan partai terhadap kaum muda ini, membuat proses demokrasi di partai tersebut dipertanyakan. Padahal, menurut mantan politikus Partai Golkar itu, sistem demokrasi harus berjalan supaya kalangan muda mempunyai kesempatan untuk memimpin.
"Jadi bila ingin mengubah negeri ini, satu-satunya jalan adalah masuk parpol atau buat parpol," tegasnya.
Namun, berbeda dengan Partai NasDem. Di Partai NaDem dia merasakan sangat terbuka bagi tokoh pemimpin muda. Menurutnya, NasDem sebagai partai baru justru lahir dari dorongan figur senior Surya Paloh yang sangat menginginkan figur-figur baru muncul di pentas politik nasional.
"Terbukti betapa beraninya beliau menjadikan Patrice Rio Capela, Ahmad Rofiq, Saiful Haq, Endang Tirtana dan lainnya. Menurutnya, pilihan Pak Surya Paloh itu sangat benar dan tepat," pungkasnya.
Sekretaris Majelis Nasional Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jeffrie Geovanie mengatakan, masih adanya dominasi politikus lama di jajaran parpol menyebabkan lambatnya proses regenerasi di internal partai tersebut.
"Persoalan paling krusial mengenai kepemimpinan yang terhambat diakibatkan tersanderanya oleh elit tua dan termasuk kartel oligarkis yang solid dan susah meregenerasi," ujar Jeffrie dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/9/2012).
Kecilnya, peluang yang disediakan partai terhadap kaum muda ini, membuat proses demokrasi di partai tersebut dipertanyakan. Padahal, menurut mantan politikus Partai Golkar itu, sistem demokrasi harus berjalan supaya kalangan muda mempunyai kesempatan untuk memimpin.
"Jadi bila ingin mengubah negeri ini, satu-satunya jalan adalah masuk parpol atau buat parpol," tegasnya.
Namun, berbeda dengan Partai NasDem. Di Partai NaDem dia merasakan sangat terbuka bagi tokoh pemimpin muda. Menurutnya, NasDem sebagai partai baru justru lahir dari dorongan figur senior Surya Paloh yang sangat menginginkan figur-figur baru muncul di pentas politik nasional.
"Terbukti betapa beraninya beliau menjadikan Patrice Rio Capela, Ahmad Rofiq, Saiful Haq, Endang Tirtana dan lainnya. Menurutnya, pilihan Pak Surya Paloh itu sangat benar dan tepat," pungkasnya.
(kur)