Sakit Hartati, itikad buruk hindari bui
Jum'at, 14 September 2012 - 06:02 WIB
Sakit Hartati, itikad buruk hindari bui
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan penjelasan pengamat politik Andi Syafrani, sakit memang menjadi alasan yang paling mujarab untuk menghindari perkara yang sedang menjerat seseorang. Hal tersebut dianggap mampu menjadi dalih untuk sekadar menunda proses hukum yang sebenarnya akan tetap mereka jalani.
"Alasan sakit adalah alasan yang paling umum dan secara hukum diterima sebagai dasar penundaan penahanan. Sakit juga dapat menjadi semacam tameng dan skenario yang paling mudah untuk meminta penundaan. Tentu KPK sebagai penyidik dapat menentukan sakit seperti apa yang dapat diterima sebagai alasan yang dibenarkan," kata Andi saat dihubungi Sindonews, Kamis 13 September 2012 malam.
Andi menganggap, hal tersebut membuktikan akhirya KPK bisa mematahkan spekulasi bahwa pihaknya sebagai institusi yang lemah untuk menghadapi persoalan tersebut. KPK dapat melihat adanya sandiwara yang sedang dibangun oleh mantan anggota dewan pembina Partai Demokrat tersebut.
"Sepertinya memang Hartati dan lawyer-nya tidak mampu menyakinkan KPK tentang kondisi sakit yang dideritanya. Dengan skenario awal yang buruk ini, jelas terlihat bahwa Hartati punya itikad tidak baik dan tidak kooperatif dalam proses penyidikan dengan membuat-buat alasan sakit," katanya.
Andi juga beranggapan, dengan sandiwara yang terbongkar ini, kemungkinan akan membuat dakwaan terhadap Hartati akan semakin berat.
"Secara hukum, sikap dan tindakan terdakwa yang tidak koperatif, berbohong, akan dapat dijadikan alasan pemberat oleh hakim di pengadilan," pungkasnya.
"Alasan sakit adalah alasan yang paling umum dan secara hukum diterima sebagai dasar penundaan penahanan. Sakit juga dapat menjadi semacam tameng dan skenario yang paling mudah untuk meminta penundaan. Tentu KPK sebagai penyidik dapat menentukan sakit seperti apa yang dapat diterima sebagai alasan yang dibenarkan," kata Andi saat dihubungi Sindonews, Kamis 13 September 2012 malam.
Andi menganggap, hal tersebut membuktikan akhirya KPK bisa mematahkan spekulasi bahwa pihaknya sebagai institusi yang lemah untuk menghadapi persoalan tersebut. KPK dapat melihat adanya sandiwara yang sedang dibangun oleh mantan anggota dewan pembina Partai Demokrat tersebut.
"Sepertinya memang Hartati dan lawyer-nya tidak mampu menyakinkan KPK tentang kondisi sakit yang dideritanya. Dengan skenario awal yang buruk ini, jelas terlihat bahwa Hartati punya itikad tidak baik dan tidak kooperatif dalam proses penyidikan dengan membuat-buat alasan sakit," katanya.
Andi juga beranggapan, dengan sandiwara yang terbongkar ini, kemungkinan akan membuat dakwaan terhadap Hartati akan semakin berat.
"Secara hukum, sikap dan tindakan terdakwa yang tidak koperatif, berbohong, akan dapat dijadikan alasan pemberat oleh hakim di pengadilan," pungkasnya.
(ysw)