Pengamat: Cerdas jika BNPT bikin sekolah bagi teroris
Kamis, 13 September 2012 - 06:20 WIB
Pengamat: Cerdas jika BNPT bikin sekolah bagi teroris
A
A
A
Sindonews.com - Langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang akan membuat sekolah khusus bagi terorisme dinilai sebagai terobosan bagus. Jalur pendidikan dianggap sangat tepat untuk deradikalisasi.
Pengamat terorisme Al Chaidar menilai langkah BNPT membuat sekolah bagi teroris yang tertangkap adalah gagasan yang cerdas.
"Sekolah itu paling bagus (untuk deradikalisasi). Program deradikalisasi lainnya, seperti penciptaan lapangan kerja, memang juga perlu," katanya, saat dihubungi, Rabu (12/9/2012) malam.
Dia menerangkan, banyak teroris yang sebenarnya menghadapi masalah akses pendidikan. Mereka ini, kata dia, sebenarnya orang-orang pinggiran yang tidak mendapatkan pendidikan secara cukup.
Karenanya, mereka akan sangat bangga ketika mampu bersekolah. "Mereka ketika ke Afganistann ke Moro dan lainnya, ketika kembali menganggap mereka sudah sekolah walaupun itu cuma sebentar saja. Mereka menganggap alumni sana," bebernya.
Al Chaidar menjelaskan, jika perlu BNPT harus membuat sekolah hingga tataran sarjana, bahkan pascasarjana. Meskipun tidak semua pelaku teror adalah usia muda, tetapi sekolah ini juga berlaku bagi yang sudah tua.
"Untuk materi itu gampang. Dikenalkan dengan sistem pendidikan umum saja sudah bisa membuat mereka tidak radikal," ujarnya.
Meski demikian, akan lebih bagus lagi jika ada materi khusus menyangkut deradikalisasi. "Dan modelnya harus pakai asrama biar lebih terpantau. Siswanya juga harus khusus untuk yang terlibat terorisme," sebut Al Chaidar.
Pengamat terorisme Al Chaidar menilai langkah BNPT membuat sekolah bagi teroris yang tertangkap adalah gagasan yang cerdas.
"Sekolah itu paling bagus (untuk deradikalisasi). Program deradikalisasi lainnya, seperti penciptaan lapangan kerja, memang juga perlu," katanya, saat dihubungi, Rabu (12/9/2012) malam.
Dia menerangkan, banyak teroris yang sebenarnya menghadapi masalah akses pendidikan. Mereka ini, kata dia, sebenarnya orang-orang pinggiran yang tidak mendapatkan pendidikan secara cukup.
Karenanya, mereka akan sangat bangga ketika mampu bersekolah. "Mereka ketika ke Afganistann ke Moro dan lainnya, ketika kembali menganggap mereka sudah sekolah walaupun itu cuma sebentar saja. Mereka menganggap alumni sana," bebernya.
Al Chaidar menjelaskan, jika perlu BNPT harus membuat sekolah hingga tataran sarjana, bahkan pascasarjana. Meskipun tidak semua pelaku teror adalah usia muda, tetapi sekolah ini juga berlaku bagi yang sudah tua.
"Untuk materi itu gampang. Dikenalkan dengan sistem pendidikan umum saja sudah bisa membuat mereka tidak radikal," ujarnya.
Meski demikian, akan lebih bagus lagi jika ada materi khusus menyangkut deradikalisasi. "Dan modelnya harus pakai asrama biar lebih terpantau. Siswanya juga harus khusus untuk yang terlibat terorisme," sebut Al Chaidar.
(mhd)