Biarkan Hartati, SBY selamatkan posisi
Rabu, 12 September 2012 - 16:37 WIB
Biarkan Hartati, SBY selamatkan posisi
A
A
A
Sindonews.com - Tidak adanya dukungan Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat terhadap tersangka Siti Hartati Murdaya dianggap sebagai upaya untuk pengamanan posisi SBY di pemerintahan.
Menurut pengamat politik Adhie Massardi, SBY tidak punya pilihan lain untuk tidak memperdulikan Hartati dengan dalih tidak mau mencampuri urusan hukum.
"Hartati punya lawan politik yang besar (PDIP). Kalau dibela SBY maka akan menimbulkan serangan badai politik yang lebih besar," kata Adhie merespon tak adanya kader Partai Demokrat yang menemani Hartati jalani pemeriksaan KPK, Rabu (12/9/2012).
Lebih lanjut, Adhie mengatakan, Partai Demokrat tak mau diserang PDIP mengingat kini posisi politik SBY semakin rapuh.
"Ingat, suami Hartati semula kan pendukung loyal PDIP. Dari kasus ini kita bisa menyaksikan kekuatan politik SBY telah rapuh karena ditinggal kongsi-kongsinya," kata Adhie.
Adhie bahkan menganggap, ada kemungkinan, Hartati Murdaya, yang merupakan pengusaha papan atas tanah air sebagai salah satu manusia dibalik kesuksesan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat pada tahun 2004.
Hal itu pun, yang diduga sebagai satu faktor isteri dari Murdaya Poo itu dimandatkan sebagai anggota dewan pembina Partai Demokrat.
Namun, semua berubah drastis seiring Hartati terjerat kasus dugaan suap Bupati Buol dalam pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Banyak desakkan-desakkan dari kader Demokrat agar Hartati segera dicopot dari jabatannya. Namun, Hartati akhirnya memilih mundur dengan sukarela.
“Kasus Hartati sangat berdampak untuk kelangsungan Partai Demokrat. Sebab, rivalnya yakni PDIP mulai kritis dalam menyoroti setiap peristiwa yang ada,“ tegasnya.
Karena itu, Adhie mengingatkan ketidakmampuan SBY melindungi Hartati akan berdampak serius. Para pemilik modal akan menjauhi SBY (Demokrat) karena dianggap ingkar janji.
Menurut pengamat politik Adhie Massardi, SBY tidak punya pilihan lain untuk tidak memperdulikan Hartati dengan dalih tidak mau mencampuri urusan hukum.
"Hartati punya lawan politik yang besar (PDIP). Kalau dibela SBY maka akan menimbulkan serangan badai politik yang lebih besar," kata Adhie merespon tak adanya kader Partai Demokrat yang menemani Hartati jalani pemeriksaan KPK, Rabu (12/9/2012).
Lebih lanjut, Adhie mengatakan, Partai Demokrat tak mau diserang PDIP mengingat kini posisi politik SBY semakin rapuh.
"Ingat, suami Hartati semula kan pendukung loyal PDIP. Dari kasus ini kita bisa menyaksikan kekuatan politik SBY telah rapuh karena ditinggal kongsi-kongsinya," kata Adhie.
Adhie bahkan menganggap, ada kemungkinan, Hartati Murdaya, yang merupakan pengusaha papan atas tanah air sebagai salah satu manusia dibalik kesuksesan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat pada tahun 2004.
Hal itu pun, yang diduga sebagai satu faktor isteri dari Murdaya Poo itu dimandatkan sebagai anggota dewan pembina Partai Demokrat.
Namun, semua berubah drastis seiring Hartati terjerat kasus dugaan suap Bupati Buol dalam pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Banyak desakkan-desakkan dari kader Demokrat agar Hartati segera dicopot dari jabatannya. Namun, Hartati akhirnya memilih mundur dengan sukarela.
“Kasus Hartati sangat berdampak untuk kelangsungan Partai Demokrat. Sebab, rivalnya yakni PDIP mulai kritis dalam menyoroti setiap peristiwa yang ada,“ tegasnya.
Karena itu, Adhie mengingatkan ketidakmampuan SBY melindungi Hartati akan berdampak serius. Para pemilik modal akan menjauhi SBY (Demokrat) karena dianggap ingkar janji.
(ysw)